Senin 18 November 2019, 08:32 WIB

Pekan Depan, MRT Mulai Promosikan Kartu Multitrip

Desi Angriani | Megapolitan
Pekan Depan, MRT Mulai Promosikan Kartu Multitrip

MI/Bary Fathahilah
Calon penumpang memasuki stasiun MRT pada hari pertama fase operasi secara komersial (berbayar) MRT di Stasiun MRT Lebak Bulus, Jakarta

 

KARTU jelajah Multi-Trip Ticket (MTT) milik PT Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta akan diluncurkan pada Senin (25/11) pekan depan. Penerbitan MTT tersebut usai mengantongi izin dari Bank Indonesia sebagai Penerbit Uang Elektronik bentuk cip (chip-based).

"Kita mulai launching dan lakukan promosi, jadi ada campaign selama 1-2 minggu, berlakunya per 25 November," kata Direktur Operasi dan Pemeliharaan PT MRT Jakarta Muhammad Effendi dalam diskusi operasi dan pemeliharaan MRT di Depo MRT Jakarta, Lebak Bulus, Minggu (17/11).

Effendi menjelaskan MTT lebih unggul dibandingkan uang elektronik lainnya lantaran dapat membuka passenger gate tanpa melakukan tap in atau tap out. MTT hanya membutuhkan 0,2 detik menangkap sinyal gerbang penumpang atau passenger gate, sedangkan perbankan lainnya memakan waktu dua detik.

"Kecepatan bacanya tadi saya sampaikan kalau MTT itu enggak perlu disentuhkan ke passenger gate, dia bacanya dalam 0,2 detik sudah terbaca jadi sambil jalan sudah," terangnya.

Lebih lanjut, kartu Jelajah Multi-Trip Ticket juga dapat digunakan pada moda Trans-Jakarta, LRT dan KRL. Effendi menambahkan peluncuran MTT sudah diintegrasikan dengan program Jak Lingko Pemprov DKI.

"Iya itu kan masuk program Jak Lingko, kan kita punya Pemprov DKI ini," tuturnya.

Nantinya kartu MTT dapat dibeli di stasiun-stasiun terdekat dengan harga Rp25 ribu per kartu. Saat ini, masyarakat masih menggunakan kartu perjalanan tunggal atau Single Trip Ticket (STT) dengan biaya Rp15 ribu untuk satu kali perjalanan.

Baca juga: MRT Bantah Stasiun Kerap Jadi Tempat Transaksi Narkoba

Kemudian, bisa menggunakan uang elektronik berizin yang diterbitkan oleh perbankan yakni Bank Mandiri (e-money), BNI (Tap Cash, Jak Lingko), BRI (Brizzi), BCA (Flazz) dan Bank DKI (Jakcard).

Adapun kartu MTT berlaku selama lima tahun sampai dengan 14 November 2024 dan dapat diperpanjang kembali. Hal itu tertuang dalam surat Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia, Filianingsih Hendarta (Asisten Gubernur Bank Indonesia), nomor 21/447/DKSP/Srt/B tertanggal 14 November 2019.

Sebagaimana tercantum dalam surat tersebut, MRT Jakarta juga diharuskan melakukan interkoneksi dan interoperabilitas dalam bentuk konvergensi teknis dengan kartu KMT Kereta Commuter Indonesia (KCI) paling lambat 1 Januari 2022.(medcom.id/OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More