Senin 18 November 2019, 08:10 WIB

Perundingan Dagang AS-Tiongkok Hindari Perang Bersenjata

Usman Kansong | Internasional
Perundingan Dagang AS-Tiongkok Hindari Perang Bersenjata

MI/Usman Kansong
Dubes RI untuk Tiongkok Djauhari Oratmangun (Kiri) berbincang dengan Dirut Adaro Garibaldi Thohir (kanan)

 

DUTA Besar Indonesia untuk Tiongkok Djauhari Oratmangun mengatakan Amerika Serikat dan Tiongkok akan kembali melakukan perundingan dagang.

"Mungkin Amerika khawatir jika perang dagang berlanjut, tarif naik dan harga-harga juga naik menjelang natal. Selain itu ada tekanan dari petani Amerika yang kedelainya tidak bisa dijualnya karena tarif tinggi," kata Djauhari ketika berdiskusi dengan sejumlah pimpinan media yang dipimpin Dirut Adaro, Garibaldi Thohir, di Beijing, Tiongkok, Minggu (17/11).

Pada perundingan perdagangan Tiongkok dan Amerika, dalam pembicaraan telepon terakhir, bersepakat menjalin komunikasi lebih dekat. Menteri Perdagangan Tiongkok mengatakan hal tersebut pada Minggu (17/11), seperti dikutip Harian China Daily edisi Senin, 18 November 2019.

Tidak disebutkan kapan perundingan akan berlangsung. Menteri Perdagangan Tiongkok, dalam pernyataan daring, mengatakan rencana perundingan itu atas permintaan AS.\

Baca juga: Perang Dagang Amerika-Tiongkok Dongkrak Investasi Emas

Para ahli dan pengusaha berharap dua kekuatan ekonomi terbesar dunia itu bisa merampungkan ketidaksepakatan perdagangan melalui dialog dengan tetap menghormati aturan internasional.

Wakil Presiden China Center for International Economic Exchange, Wei Jianguo, mengatakan Tiongkok dan AS akan menyelesaikan isu perang dagang secara aman melalui perundingan. Perundingan, imbuh Jianguo, juga akan menghindari Thucydides trap, teori yang mengatakan jika satu kekuatan yang sedang tumbuh mengancam kekuatan lain yang sudah mapan, yang terjadi adalah perang.(OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More