Senin 18 November 2019, 06:34 WIB

Aksi Demonstran Gunakan Panah di Hong Kong Meluas

Intan Yunelia | Internasional
Aksi Demonstran Gunakan Panah di Hong Kong Meluas

AFP/Anthony WALLACE
Seorang demonstran di Hong Kong memegang bom molotv saat demonstran lain membakar sejumlah benda di Universitas Politeknik Hong Kong

 

AKSI demonstrasi antipemerintah di Hong Kong, Minggu (17/11) semakin brutal. Para pendemo menembakkan panah dan melemparkan bom molotov dari atas Universitas Politeknik Hongkong.

Aksi pengunjuk rasa semakin intensif di malam hari. Polisi mengatakan seorang petugas penghubung media dirawat di rumah sakit setelah terkena panah di kaki dan pelindung badannya.

“Para perusuh terus meluncurkan benda-benda keras dan bom bensin dengan ketapel besar pada petugas polisi. Polisi memperingatkan bahwa kegiatan kekerasan di Universitas Politeknik Hong Kong telah meningkat menjadi kerusuhan,” kata seorang polisi dalam keterangannya.

Tentara Tiongkok di sebuah pangkalan dekat universitas terlihat mengawasi situasi dengan teropong. Beberapa petugas di antaranya mengenakan pakaian antihuru hara dengan tabung di dada mereka.

Baca juga: Perwira Polisi Hong Kong Tertembak Busur Panah

Malam sebelumnya, Sabtu (16/11), kebakaran besar menyulut langit di Universitas Politeknik Hong Kong setelah pengunjuk rasa melemparkan bom molotov.

Di halaman universitas, Joris, 23, mengatakan para siswa menembakkan panah untuk melindungi diri mereka sendiri.

“Para pemrotes bereaksi terhadap polisi. Kami belum melawan sebanyak yang kami bisa. Saya siap untuk dipenjara. Kami berjuang untuk Hong Kong,” kata insinyur sipil itu.

Kampus itu menjadi lokasi terakhir dari lima universitas yang ditempati para aktivis. Universitas ini digunakan sebagai kawasan pangkalan untuk memblokade terowongan Cross Harbour, yang menghubungkan Kowloon ke Pulau Hong Kong. (Medcom/OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More