Senin 18 November 2019, 06:20 WIB

Membaca Arsitektur di OMAH Library

(*/H-3) | Humaniora
Membaca Arsitektur di OMAH Library

oumagz.com
Image courtesy of Omah Library

 

TAK banyak perpustakaan pribadi yang dibuka untuk umum. OMAH Library, ialah salah satunya. OMAH Library singkatan dari On Meeting Architecture Hub, dimiliki oleh arsitek Realrich Sjarief dari RAW Architecture.

Bangunan perpustakaan ini merupakan bagian dari bangunan induk yang disebut The Guild yang bergaya unfinished. Bisa ditebak, desainernya adalah Realrich, lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) dan The University of New South Wales (UNSW).

OMAH Library dibangun dengan konsep ramah lingkungan, dengan memanfaatkan air serta sirkulasi udara dan cahaya alami secara maksimal. Desain OMAH Architecture Library ini memenangi IAI Awards 2017 kategori bangunan hunian.

Mayoritas buku di sini bertema arsitektur, tetapi ada juga buku tentang filsafat, teori sosial budaya, serta novel. Buku di OMAH Library kebanyakan koleksi pribadi Realrich, sebagian lain berasal dari sumbangan kolega arsitek lain. OMAH Library juga menerbitkan buku secara terbatas, yang terbaru berjudul FEE.

Salah satu pustakawan, Satria Agung Permana, mengungkapkan koleksi buku arsitektur dan teori-teori arsitektur di OMAH Library termasuk yang paling lengkap jika dibandingkan dengan perpustakaan lain. "Saya sudah ke berbagai tempat cari buku karya Christopher Alexander yang berjudul A Pattern Language, tidak ada. Eh, buku itu ada di sini," terangnya.

OMAH Library tidak hanya menjadi tempat membaca, tetapi juga menjadi tempat kelas diskusi dan workshop bertema arsitektur, dengan pemateri antara lain arsitek senior Mohamad Nanda Widyarta dan Eka Swadiansa. OMAH Library juga membuka kuliah daring dari Realrich Sjarief yang disiarkan langsung melalui akun Instagram sehingga memungkinkan peserta mengikuti tanpa hadir di perpustakaan.

Akhir November ini, OMAH Library menyelenggarakan seri kuliah umum bertajuk Discounting modernism ala Indonesia dengan pembicara Andrea Peresthu, chef owner Javanegra Gourmet Atelier. Tak mengherankan jika pengunjung perpustakaan dan peserta kelas atau workshop sebagian besar berlatar belakang arsitektur, termasuk mahasiswa dari UPH, Untar, UI, dan bahkan ITB.

Perpustakaan pribadi ini dibuka untuk umum pada Sabtu dan Minggu dari pukul 09.00-16.00. Selain waktu tersebut, pengunjung bisa tetap datang dengan pemberitahuan terlebih dahulu kepada pengelola. (*/H-3)

Baca Juga

Dok. Pribadi

Deteksi Dini Penting Untuk Selamatkan Penderita Kanker Payudara

👤Syarief Oebaidillah 🕔Sabtu 24 Oktober 2020, 23:33 WIB
Menurutnya jika kanker payudara ditemukan dalam stadium awal maka kemungkinan untuk bisa mencapai harapan hidup yang lebih lama adalah 98...
MI/Andri Widiyanto

100 Tahun Indonesia Emas Ada di Tangan Pemuda

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Sabtu 24 Oktober 2020, 23:18 WIB
Untuk dapat membawa Indonesia ke arah yang lebih baik dan menciptakan masyarakat yang lebih sejahtera, para pemuda harus memiliki karakter...
Biro Pers Istana

Jokowi: Penghormatan Tertinggi untuk Dokter Gugur saat Pandemi

👤Dhika Kusuma Winata 🕔Sabtu 24 Oktober 2020, 18:20 WIB
"Keteladanan yang ditunjukkan para dokter di masa pandemi ini telah menginspirasi jutaan anak bangsa untuk saling menolong, saling...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya