Minggu 17 November 2019, 08:00 WIB

Menjelajah Keindahan Sampang

mediaindonesia.com | Weekend
Menjelajah Keindahan Sampang

ISTIMEWA

Jalan-jalan ke Kabupaten Sampang, Jawa Timur, ternyata tidak kalah seru jika dibandingkan dengan tempat wisata lain. Ada hutan yang dipenuhi kera abu-abu, pantai dengan pasir putih, dan air terjun.   

Untuk mencapai ke salah satu kabupaten di Pulau Madura itu, kami mengawalinya dengan melakukan penerbangan dari Jakarta ke Surabaya. Sesampai di Surabaya, kami menyeberang ke arah barat dengan melewati Jembatan Suramadu.

Total perjalanan yang ditempuh untuk mencapai Kabupaten Sampang dari ibu kota Jawa Timur itu sekitar 4-5 jam. Adapun ibu kota Kabupaten Sampang berada di sisi selatan. Mayoritas penduduk Sampang beragama Islam. Ini menjadi catatan penting bagi para traveller yang berencana mengunjungi wilayah Kabupaten Sampang untuk tetap berpakaian sopan.
Pertama kali mengunjungi Sampang, hal yang menarik perhatian ialah ranumnya buah jambu air. Pusat perkebunan jambu air berada di Kecamatan Camplong, salah satunya di Desa Dharma Camplong.

Warga setempat menyebut varian jambu air ini sebagai kamplok. Rasa buahnya manis, renyah, dan mengandung banyak air. Tak mengherankan, jambu air itu menjadi unggulan di daerah itu. Apalagi, buah itu tumbuh dengan kualitas terbaik.

Jumlah pohon jambu air di Kecamatan Camplong sudah mencapai 6.485 batang. Periode panen berada pada April hingga November. Nah, ini tepat dengan waktu kunjungan kami sekarang.

Selain jambu air, yang dikenal dari Pulau Madura ialah sapi. Tidak hanya untuk karapan, wilayah Madura memiliki sapi ras asli yang juga dikonsumsi untuk kebutuhan sehari-hari.

Tidak heran banyak makanan khas di Pulau Madura yang berbahan daging sapi. Tak menyiakan peluang itu, kami bergegas menuju pusat kaldu yang terkenal dengan sup sumsum sapi.

Sebelumnya, kami sempat meminta rekomendasi tempat makan kepada warga sekitar dan mayoritas merekomendasikan warung tersebut. Kabarnya, Presiden Republik Indonesia (RI) ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sangat menyukai menu kaldu yang dimaksud.

Tersebutlah Depot Al Ghazali yang terkenal itu. Tempat ini menyediakan menu sop iga, soto, sate, dan yang paling spesial ialah kaldu berukuran jumbo. Menu itu biasa disebut kokot yang berarti kaki sapi atau kambing.

Untuk membuat menu spesial itu, kokot direbus selama 6-8 jam untuk pengambilan kaldu. Makanan ini ditambahkan rempah-rempah dan bumbu rahasia. Cara penyajiannya pun unik, yakni dilengkapi dengan sedotan. Harga satu porsi kokot cukup terjangkau berkisar Rp45 ribu-Rp60 ribu tergantung ukuran. Pada kesempatan ini, kami menjatuhkan pilihan pada kokot ukuran jumbo sampai kesulitan menghabiskannya.

Hutan kera
Hari kedua, rombongan bergerak menuju wilayah pantai utara. Tujuan pertama yaitu Hutan Kera Nepa. Seperti namanya, hutan ini dihuni banyak kera abu-abu. Ini mengingkatkan kami dengan lokasi wisata Sangeh di Bali. Bedanya, kera di hutan ini tidak agresif. Ketika didekati manusia, kera akan menjauh. Jadi, tidak perlu khawatir barang bawaan akan direbut kera.

Hutan itu dijaga seorang pawang yang dapat memanggil para kera untuk datang. Terdapat legenda bahwa kera di situ merupakan jelmaan prajurit Raden Segoro. Para prajurit dikutuk menjadi kera, karena melanggar perintah Sang Raja. Di dalam hutan terdapat hamparan pantai utara dengan pasir putih.

Masih menyusuri sepanjang pantai utara, 15 menit kemudian kami menemukan Air Terjun Toroan. Air terjun ini unik karena menjorok ke arah laut. Jalan masuk ke air terjun relatif mudah dicapai. Pengunjung dilarang terjun dan mandi di air terjun. Soalnya, putaran arusnya cukup besar dan karangnya tajam.

Saat musim kemarau, debit air yang mengalir tidak begitu deras. Kondisi itu membuat pengunjung dapat mendekati air terjun. Ini berbeda ketika musim hujan, pengunjung hanya bisa menikmati air terjun dari samping. Pasalnya, sekitar air terjun pasti akan tergenang air.

Tujuan akhir penjelajahan pantai utara di Sampang ialah Pantai Lon Malang. Untuk masuk ke lokasi, pengunjung cukup membayar Rp5.000. Pantai Lon Malang tengah dipersiapkan menjadi wisata unggulan Kabupaten Sampang. Selain hamparan pasir putih yang cantik, arus air relatif tenang sehingga menarik minat pengunjung untuk berenang.

Seluruh pengelolaan wisata Pantai Lon Malang berada di bawah Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) setempat. Di samping menyediakan bale untuk berteduh, pengelola juga menyewakan kendaraan ATV.

Para traveller yang menyukai tantangan wajib menikmati pantai dengan mengendarai kendaraan berjenis sepeda motor yang memiliki empat roda. Harga sewa kendaraan yang mampu menaklukkan segala medan tersebut pun cukup terjangkau mulai dari Rp25 ribu tergantung durasi pemakaian. (S3-25)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More