Senin 18 November 2019, 03:40 WIB

Berharap Kejutan dari Filipina

MI | Olahraga
Berharap Kejutan dari Filipina

ANTARA
Atlet-Atlet akuatik Merah Putih diproyeksikan untuk bisa berbicara banyak di SEA Games 2019

ATLET-Atlet akuatik Merah Putih diproyeksikan untuk bisa berbicara banyak di SEA Games 2019 yang akan diselenggarakan di Filipina. I Gede Siman Sudartawa dkk ditantang untuk mengemas empat medali emas. Jumlah yang sama dengan prestasi yang diraih di SEA Games 2017.

Mereka yang jadi andalan di Filipina, ialah sebagian perenang yang telah menyelesaikan latihan di Kunming, Tiongkok pada 18-30 Oktober lalu. Ada 10 perenang yang berangkat ke sana, yakni Azzahra Permatahani, Gagarin Nathaniel, Muhammad Fahri, Nurul Fajar, AA Istri Kania, Adinda Larasati, Anandita Treciel, dan Ressa Kania Prawira. Menurut pelatih tim renang, Albert Sutanto, timnya selama di Kunming difokuskan untuk melatih kapasitas paru-paru. Latihan di dataran tinggi Tiongkok dinilai akan terasa efeknya setelah 20-23 hari seusai latihan.

"Setelah 23 hari itu akan terlihat ledakannya. Jadi, dari situ kita akan melihat hasilnya. Kita juga baru pertama kali mencoba metode ini selama menjalani pelatnas," tutur Albert.

Triady Fauzi Sidiq, Glen Viktor, dan Siman disebutkan Albert tidak bisa ikut ke Kunming lantaran menjalani latihan di lokasi berbeda. Khusus Siman, perenang yang akan turun di nomor gaya punggung, menempa diri bersama pelatih Sergio Lopez yang juga sempat melatih perenang Singapura, Joseph Schooling di Virgina Barat, Amerika Serikat.

Dari disiplin renang, perenang yang sudah senior diharapkan bisa menjalankan tugasnya dengan baik, seperti Siman yang ditargetkan medali emas di nomor 50 meter gaya punggung, Gagarin (100 meter gaya dada), Triady (100 meter gaya bebas), dan Farrel Tangkas yang saat ini menduduki nomor satu Asia Tenggara untuk nomor 200 meter gaya punggung. Diharapkan akan ada juga kejutan dari perenang muda, seperti Aflah Fadlan Prawira yang berpeluang meraih medali emas di 400 meter gaya ganti.

Jika berbicara kans secara keseluruhan, menurut Wakil Ketua Umum Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) Harlin E Rahardjo, juga ada harapan dari tim polo air putra yang telah solid setelah berlatih selama tiga tahun di bawah pelatih Serbia, Milos Sakovic.

Di nomor loncat indah, Indonesia masih di bawah bayang-bayang Malaysia. Namun, Harlin berharap peloncat Indonesia bisa mencuri kesempatan untuk meraih medali di nomor sinkronisasi dan perorangan. Modal Adityo Restu Putra dkk pun cukup apik dengan berlatih di Tiongkok selama tiga bulan.

 

Kendala

Mengenai apa yang dipatok di SEA Games kali ini, PRSI menyatakan memang tidak menargetkan perolehan medali lebih dari yang didapat di SEA Games dua tahun lalu. Itu diputuskan meski renang memiliki banyak nomor pertandingan yang seharusnya bisa dimanfaatkan para atlet meraih medali sebanyak-banyaknya.

Harlin mengatakan ada sedikit kendala yang menyebabkan patokan jumlah emas yang mesti didapat hanya empat keping, dan salah satunya karena waktu latihan yang sempit. Waktu dimulai latihan pun tidak sesuai rencana.

Molornya masa latihan renang, menurut Harlin, bukan tanpa alasan. Pasalnya, dana yang diajukan PRSI sebesar Rp50 miliar terlambat cair. Apalagi, jumlah yang disetujui Kementerian Pemuda dan Olahraga hanya mencapai Rp9 miliar. Tentu hal itu jadi kendala bagi PRSI untuk menjalankan tugasnya mengakomodasi latihan atletnya. (Ykb/R-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More