Senin 18 November 2019, 01:40 WIB

Rp700 Miliar untuk Festival dan Promosi

Rp700 Miliar untuk Festival dan Promosi

ANTARA
Kota Tua, salah satu destinasi wisata di DKI Jakarta

 

DINAS  Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta menganggarkan Rp700 miliar pada tahun ini guna melakukan promosi wisata Jakarta sekaligus melangsungkan berbagai kegiatan festival.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta Alberto Ali mengatakan angka itu tidak termasuk besar karena masih banyak festival yang juga turut dibantu pendanaannya oleh swasta.

“Ya, tergantung persepsi orang. Kalau melihatnya hanya menghamburkan anggaran, ya itu kan pandangan yang memang menurut mereka tidak tahu secara keseluruhan bahwa kita kan punya strategi dari Januari hingga Desember itu tujuannya agar setiap bulan ada pergelaran atau atraksi yang bisa dinikmati wisatawan. Bukan hanya di penghujung tahun, tapi di awal-awal,” ungkap Alberto ditemui seusai hadir dalam Festival Pesona Lokal di Gelora Bung Karno, Sabtu (15/11).

Puluhan festival sudah digelar oleh Dinas Parisiwisata dan Kebudayaan sepanjang 2019 ini, di antaranya Festival Cap Go Meh, Jakarta Muharram Festival, Festival Pecinan, Festival Kota Tua, hingga yang teranyar Festival Pesona Lokal dan Jakarta International Performing Arts (JakIPA).

Alberto mengungkapkan puluhan festival dan kegiatan promosi lainnya yang digelar bertujuan untuk meraih target kunjungan wisata mancanegara hingga 2,9 juta sampai akhir tahun ini.

Menurutnya, festival lebih banyak dititikberatkan di akhir tahun karena pertimbangan musim liburan, baik di dalam negeri maupun di luar negeri.
“Sampai Agustus kemarin sudah 1,2 juta wisman yang masuk ke Jakarta. Kita harapkan tercapai hingga akhir tahun ini,” ungkapnya.

Ia pun menilai keterlibatan swasta cukup besat dalam penyelenggaraan festival. “Saya rasa kita tidak dalam konteks menghabiskan anggaran. Semua yang kita lakukan itu kolaborasi dengan swasta jadi tidak semata-mata menggunakan APBD,” tegasnya.(Put/J-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More