Minggu 17 November 2019, 21:10 WIB

Polisi Hong Kong Terluka Saat Bentrokan di Kampus

Melalusa Susthira K | Internasional
Polisi Hong Kong Terluka Saat Bentrokan di Kampus

AFP/ANTHONY WALLACE
Para demonstran mengenakan topeng Guy Fawkes berjalan distrik Kowloon, Hong Kong.

 

SEORANG perwira polisi Hong Kong dilaporkan terluka akibat terkena anak panah yang dilepaskan oleh seorang demonstran, Minggu (17/11). Insiden itu terjadi ketika bentrokan sengit antara polisi dan demonstran di sebuah Universitas Politeknik Hong Kong (PolyU).

Gambar-gambar menunjukkan busur panah tertancap di betis kiri polisi Hong Kong itu. Dalam sebuah pernyataan, disebutkan bahwa perwira polisi yang terluka tersebut kemudian dibawa ke rumah sakit dalam keadaan sadar.

Baca juga: Hadapi Demo Anti-Triad, Polisi Hong Kong Tembakkan Gas Air Mata

Sementara itu, polisi Hong Kong menembakkan meriam air dan gas air mata ke arah demonstran yang menduduki kampus di daerah Hung Hom di Kowloon tersebut. Tempat kegiatan belajar mengajar itu kini telah berubah menjadi medan pertempuran utama ketika para demonstran bertekad mempertahankan posisi kendali mereka di terowong Cross-Harbour yang berdekatan dengan kampus.

Dalam sebuah pesan di laman Facebook Universitas Politeknik Hong Kong, pihak kampus mendesak demonstran maupun mahasiswa dan stafnya untuk meninggalkan wilayah kampus.

"Mengingat masalah keamanan yang ditimbulkan oleh kemungkinan kegiatan kekerasan yang melanggar hukum oleh demonstran yang masih menduduki kampus, Universitas Politeknik Hong Kong kembali mendesak semua orang di kampus, termasuk mahasiswa dan anggota staf, untuk tidak tinggal, dan pergi sesegera mungkin," tulis imbauan Universitas Politeknik Hong Kong.

Sementara itu para demonstran yang belum memperlihatkan tanda-tanda mundur, berencana untuk melanjutkan aksi dengan melancarkan serangan fajar pada Senin (18/11). Para demonstran anti-pemerintah berjanji untuk melancarkan aksi lebih lanjut yang dapat memeras ekonomi kota semiotonom tersebut.

"Bangun lebih awal, targetkan langsung rezim, peras ekonomi untuk meningkatkan tekanan," tulis sebuah poster yang beredar di media sosial.

Terkait hal tersebut, Biro Pendidikan Hong Kong mengatakan sekolah-sekolah akan tetap ditutup sementara pada awal pekan depan demi alasan keselamatan.

Demonstrasi Hong Kong kini memasuki babak baru dengan perubahan taktik menjadi kampanye yang diberi tajuk "Blossom Everywhere". Aksi tersebut diwarnai dengan blokade dan vandalisme yang meluas ke kepolisian, penutupan sejumlah besar jaringan kereta api Hong Kong, serta sekolah-sekolah dan sejumlah pusat perbelanjaan. Para pelajar dan demonstran kini menduduki beberapa universitas besar yang ada di Hong Kong. (AFP/Uca/A-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More