Minggu 17 November 2019, 20:11 WIB

Jateng Siap Hadapi Berbagai Bencana

Akhmad Safuan | Nusantara
Jateng Siap Hadapi Berbagai Bencana

MI/Haryanto
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo

 

GUBERNUR Jawa Tengah (Jateng) mengaku daerah yang dipimpinnya siap menghadapi berbagai bencana yang bakal terjadi saat musim hujan tiba. Mulai dari anggaran, penanganan bencana hingga sosialisasi kewaspadaan.

''Kita sudah siap semua, koordinasi antar badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) antar daerah dan provinsi sudah selesai dilakukan untuk mempersiapkan jika bencana datang,'' kata Gubernur jateng Ganjar Pranowo seusai acara Borobudur Maraton, hari ini

Koordinasi antar BPBD daerah dan provinsi, demikian Ganjar Pranowo, selain masalah pemetaan baru daetah rawan bencana juga penanganan jika musibah bencana itu terjadi saat musim hujan seperti banjir, longsor, gempa, angin ribut dan lainya.

Penanganan bencana antara daerah, provinsi dan pusat, ujar Ganjar, dikoordinasikan supaya tidak terjadi tumpang tindih baik anggaran maupun prioritasnya. ''Semua pemetaan daerah rawan bencana sudah diperbarui, anggaran disiapkan termasuk penanganannya, jadi kita sudah siap,'' imbuhnya.

Melalui mitigasi bencana, lanjut Ganjar Pranowo, anggaran Rp23 miliar juga telah disiapkan, sehingga saat ini tinggal terus dilakukann sosialisasi terutama kepada warga di daerah rawam bencana untuk meningkatkan kewaspadaannya.

Sementara itu berdasarkan pemantauan awal terjadinya pergantian musim kemarau ke pemghujan ini beberapa daersh di Jawa Tengah seperti Demak, Kudus, Pati, Rembang, Blora dan Grobogan telah terjadi bencana angin puting beliung, bahkan tanah longsor juga telah menimpa warga hingga menelan kerugian harta benda dan jiwa.

Meskipun bencana banjir belum terlihat besar, namun beberapa daerah rawan seperti Pelalongan, Batang, Kendal, Semarang, Demak, Kudus dan Pati menjadi daerah waspada, karena normalisas sungai yang belum tuntas juga daerah tersebut merupakan daerah hilir dari daerah lain.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng mencatat ada 2.060 desa rawan longsor, belum termasuk banjir dan lainnya sehingga perlu kewaspadaan seluruh warga.

''Kita dorong forum Pengurangan Resiko Bencana untuk terus berkoordibasi,'' kata Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapan Siaga BPBD Jateng Safrudin. (OL-11)

 

Baca Juga

MI/Akhmad Safuan

Puncak Gunung di Jawa Tengah Primadona Liburan

👤Akhmad Safuan 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 14:35 WIB
Sejak Kamis (29/10) pagi, tampak ratusan pendaki yang berasal dari berbagai daerah, baik di Jawa Tengah maupun provinsi lain, mulai...
Antara

Warga Cilacap Diminta Waspadai Banjir dan Longsor

👤Lilik Darmawan 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 14:25 WIB
STASIUN Meteorologi BMKG Tunggul Wulung, Cilacap, Jawa Tengah mencatat beberapa wilayah di Cilacap terjadi hujan sangat lebat dengan...
Dok.MI

Pemkab Sukabumi mulai 11/11 Larang Penggunaan Kantong Plastik

👤Benny Bastiandy 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 14:15 WIB
PEMKAB Sukabumi, Jawa Barat, melarang penggunaan kantong plastik mulai 11 November 2020, disemua...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya