Minggu 17 November 2019, 20:01 WIB

Gubernur DKI Ikut Resmikan Pusat Studi Budaya Betawi Uhamka

mediaindonesia.com | Humaniora
Gubernur DKI Ikut Resmikan Pusat Studi Budaya Betawi Uhamka

Dok. Uhamka
Gubernur DKi Jakarta Anies Baswedan saan ikut meresmikan Pusat Studi Budaya Betawi Uhamka

 

PIMPINAN Wilayah Muhammadiyah (PWM) DKI Jakarta bekerjasama dengan Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA (Uhamka) menyelenggarakan Pidato Kebudayaan Gubernur Provinsi DKI Jakarta yang diselenggarakan di Auditorium Ahmad Dahlan Kampus Uhamka, Jakarta, Sabtu (16/11)

Bersamaan dengan itu digelar juga Peresmian Pusat Studi BUdaya Betawi Uhamda dan Dialog Kebudayaan Betawi.

Rektor Uhamka Gunawan Suryoputro mengatakan, Pusat Studi Budaya Betawi merupakan pelaksanaan kewajiban Uhamka yakni menjalankan catur darma Perguruan Tinggi, khususnya terkait pemdidikan dan pengabdian masyarakat.

"Pusat studi budaya Betawi kita ini merupakan kewajiban bagi UHAMKA yaitu menjalankan catur darma Perguruan Tinggi, jadi ini harus dilakukan UHAMKA. UHAMKA sepenuhnya akan mendukung mensuport ini," kata Gunawan dalam keterangan tertulisnya.

Baca juga : Mahasiswa Uhamka Raih Penghargaan di SEATeacher Batch 8

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam pidato kebudayaannya memaparkan soal urbanisasi masyarakat Betawi yang semakin besar dan peran sertanya terhadap budaya Betawi kedepannya.

"Pesan saya terkait urbanisasi ini masyarakat Betawi dengan setting urbanisasi yang makin besar seperti apa perannya ke depan apa yang akan terjadi kepada budaya Betawi ketika kota-kota mengalami transformasi akibat migrasi luar biasa dan olah kerja di dalam perkotaan mengalami transformasi luar biasa. Proses transformasi yang menentukan pola perilaku itu terjadi di Jakarta," ujar Anies.

Anies berharap Pusat Studi Budaya Betawi Uhamka dapat secara serius memasukkan unsur rapid urbanisation sebagai bagian dari kajian bahwa masyarakat betawi masyarakat yang tumbuh besar di urban.

"Saya berharap Pusat Studi ini secara serius memasukkan unsur rapid urbanisation atau urbanisasi yang amat intensif sebagai bagian dari kajian bahwa masyarakat betawi adalah  masyarakat yang tumbuh besarnya di urban ini bukan masyarakat yang tumbuh besarnya di plural," pungkasnya. (RO/OL-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More