Minggu 17 November 2019, 22:20 WIB

Perwira Polisi Hong Kong Tertembak Busur Panah

Perwira Polisi Hong Kong Tertembak Busur Panah

AFP
Bentrokan pengunjuk rasa dengan aparat kepolisian di Hong Kong

 

SEORANG perwira polisi Hong Kong terluka akibat terkena tembakan panah oleh seorang demonstran, Minggu (17/11) hari ini. Insiden itu terjadi ketika bentrokan sengit antara polisi dengan demonstran di sebuah Universitas Politeknik Hong Kong (PolyU).

Gambar-gambar menunjukkan busur panah tertancap di betis kiri polisi Hong Kong itu. Dalam sebuah pernyataan, disebutkan bahwa perwira polisi yang terluka tersebut dibawa ke rumah sakit dalam keadaan sadar.

Polisi Hong Kong menembakkan meriam air dan gas air mata ke arah demonstran yang menduduki kampus di daerah Hung Hom di Kowloon tersebut.

Tempat kegiatan belajar mengajar itu kini telah berubah menjadi medan pertempuran utama ketika para demonstran mempertahankan posisi kendalinya di terowong Cross-Harbour yang berdekatan dengan kampus sejak Selasa (12/11).

Demonstran yang belum memperlihatkan tanda-tanda mundur, berencana untuk melanjutkan aksinya dengan melancarkan serangan fajar pada Senin (18/11) besok. Para demonstran antipemerintah berjanji untuk melancarkan aksi lebih lanjut yang dapat memeras ekonomi kota semiotonom tersebut. “Bangun lebih awal, targetkan langsung rezim, peras ekonomi untuk meningkatkan tekanan,” tulis sebuah poster yang beredar di media sosial.

Demonstrasi Hong Kong kini memasuki babak baru dengan perubahan taktik enjadi kampanye yang diberi tajuk Blossom Everywhere. Aksi tersebut diwarnai dengan blokade dan vandalisme yang meluas ke kepolisian, penutupan sejumlah besar jaringan kereta api Hong Kong, serta sekolah-sekolah dan sejumlah pusat perbelanjaan yang terpaksa ditutup.

Di sisi lain, sekitar 50 Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) keluar dari barak Kowloon East Dengan mengenakan kaus dan tidak bersenjata. Mereka membersihkan Renfrew Road yang berada di sekitar Hong Kong Baptist University.

Salah satu tentara mengatakan aksi singkat untuk membersihkan puing-puing di sekitar barak mereka tidak diminta oleh pemerintah Hong Kong. “Kami bersuka rela! Menghentikan kekerasan dan mengakhiri kekacauan adalah tanggung jawab kami,” ujarnya. (SCMP/AFP/Uca/I-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More