Minggu 17 November 2019, 18:04 WIB

Selain Pilih Ketum, Munas Golkar Fokus pada Kaderisasi

Putra Ananda | Politik dan Hukum
Selain Pilih Ketum, Munas Golkar Fokus pada Kaderisasi

Antara/Muhammad Adimaja
ketua Umum Golkar Airalngga Hartarto sata berpidato di apimnas Golkar 2019

 

MUSYAWARAH Nasional Partai Golkar 406 Desember mendatang bukan hanya diisi dengan agenda pemilihan Ketua Umum Golkar, tapi juga dijadikan ajang untuk memantapkan visi misi Golkar dalam mempersiapkan kader terbaik untuk kepentingan bangsa.

Dalam rapat pimpinan nasional (rapimnas) yang berlangsung di Jakarta, Ketua Umum Golkar Airlangga Hartanto menyebut kaderisasi dan regenerasi di internal partai merupakan sebuah keniscayaan. Menurut Airlangga Golkar harus mampu melakukan regenerasi kader-kadernya.

"Golkar harus mendorong kaderisasi dan regenerasi. Kaum muda semakin berperan penting, bukan hanya saat pemenangan pemilu, melainkan untuk berperan menentukan kebijakan ke depan,” kata Airlangga.

Seeprti yang sudah diketahui sejumlah kader muda Golkar saat ini menempati beberapa posisi strategis baik di lembaga legislatif maupun di pemerintahan.

Baca juga : Aklamasi Berisiko Memecah Partai Golkar

Dalam Kabinet Indonesia Maju terdapat tiga kader Golkar yang dilahirkan dari proses regenrasi yaitu Airlangga Hartarto (Menko Perekonomian), Zainudin Amali (Menteri Pemuda dan Olahraga) dan Jerry Sambuaga (Wakil Menteri Perdagangan).

“Di masa mendatang, Golkar harus mendukung kader muda. Seperti salah satu yang disampaikan Presiden Jokowi, yakni merekrut kader milenial,” tuturnya.

Terpisah, Ketua Dewan Pakar Golkar Agung Laksono menegaskan, pascamunas Golkar harus terus mampu mensuplai kader menjadi pemimpin nasional (eksekutif/legislatif) yang berkualitas.

"Sudah banyak lembaga (sekokah/kampus) yang mencetak kaderisasi pemimpin, namun Golkar, salah satu partai yang memiliki struktur hingga kelurahan, kecamatan, kabupaten/kota, provinsi dan nasional harus melahirkan pemimpin," ucapnya. (Ol-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More