Minggu 17 November 2019, 14:45 WIB

Gotabaya, Presiden Baru Sri Lanka yang Dijuluki Terminator

Adiyanto | Internasional
Gotabaya, Presiden Baru Sri Lanka yang Dijuluki Terminator

AFP
Presiden terpilih Sri Lanka, Gotabaya Rajapaksa (tengah) bersama para simpatisannya.

 

GOTABAYA Rajapaksa ditetapkan menjadi presiden baru Sri Lanka. Pria berusia 70 tahun itu adalah kepala militer yang menghancurkan gerilyawan Tamil satu dekade lalu. Hal itu menjadikannya tokoh yang dihormati di kalangan mayoritas Sinhala dan pemuka Buddha di negara itu.

Dijuluki "Terminator" oleh keluarganya sendiri, pensiunan letnan kolonel  itu memastikan kemenangan dalam pemilihan dengan berjanji memerangi korupsi dan membuat Sri Lanka aman setelah serangan ekstrimis Islam yang menewaskan 269 orang beberapa bulan lalu.

Saat  saudara lelakinya Mahinda Rajapaksa menjadi presiden pada 2005-2015,  Gota yang  menjabat sebagai menteroi pertahanan dituduh mengizinkan tentara menyerang para kritikus, lawan politik, hingga wartawan. Menurut pengawas pers Reporters Without Borders, selama periode kelam rezim Rajapaksa, setidaknya 14 wartawan dibunuh sehubungan dengan pekerjaan mereka.

Rajapaksa memimpin sebuah aparat keamanan nasional yang benar-benar sangat mematikan. "Siapa pun yang tidak setuju akan dihilangkan secara paksa," kata analis Paikiasothy Saravanamuttu kepada AFP sebelum pemilihan.

Sebagai presiden terpilih, pria berambut abu-abu itu sebenarnya tidak memiliki pengalaman dalam politik. Namun, ia menebusnya dengan berkampanye bersama saudaranya, Mahinda yang lebih karismatik. Mahindra sendiri kini ditetapkan sebagai perdana menteri.

Hal yang lucu terjadi sewaktu masa kampanye. Saat konferensi pers, Gota yang mendapat pertanyaan sulit dari wartawan hanya bisa menoleh ke Mahinda untuk mendapatkan jawaban sehingga diejek oleh lawan politiknya.

Dia juga mengenyampingkan pertanyaan tentang kejahatan perang selama serangan terakhir perang Tamil, di mana sekitar 40.000 warga sipil  diduga telah terbunuh.

"Mengapa Anda selalu berbicara tentang masa lalu? Tanyakan (tentang) masa depan," ujarnya menepis pertanyaan wartawan. "Saya mencoba menjadi presiden masa depan Sri Lanka. Jadi, jika Anda berkonsentrasi pada masa depan, itu lebih baik."

Selain tangannya berlumur darah, Gota juga diduga korup. Dia dituding memanfaatkan uang negara untuk membangun sebuah monumen untuk orang tuanya ketika saudara laki-lakinya menjabat sebagai presiden.

Gota membantah tuduhan bahwa ia menerima jutaan dolar melalui suap dari pembelian pesawat bekas dari Ukraina pada 2007. Sejauh ini dia belum didakwa, tetapi polisi sedang menyelidiki proses pembelian itu.

Dia juga menghadapi gugatan sipil di Amerika Serikat karena diduga memerintahkan penyiksaan terhadap seorang pria Tamil dan beberapa lainnya ketika berkuasa di militer. (A-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More