Minggu 17 November 2019, 13:19 WIB

Ribuan Warga Diaspora Diminta Jaga Persatuan dan Kerukunan

Ferdinandus Rabu | Nusantara
Ribuan Warga Diaspora Diminta Jaga Persatuan dan Kerukunan

MI/Ferdinandus Rabu
Bupati Flores Timur Antonius Gege Hadjon (berbaju biru tua) bertemu warganya yang merantau di Kalimantan Utara

 

RIBUAN warga perantau atau diaspora asal Kabupaten Flores Timur (Flotim), Provinsi Nusa Tenggara timur diajak untuk selalu menjaga persatuan dan kesatuan dengan selalu membina semangat kerukunan dan toleransi dalam kehidupan sosial. Ajakan menjaga persatuan dan kesatuan ini disampaikan langsung oleh Bupati Flores Timur, Antonius Gege Hadjon, Minggu (17/11/2019) saat menemui ribuan perantau di Kota Tarakan, Kalimantan Utara.

Saat ini ada sekitar belasan ribu warga diaspora asal Flotim yang bekerja dan menetap di Tarakan dan Nunukan, Kalimantan Utara. Belum terhitung warga diaspora di wilayah lainnya. Dihadapan ribuan warga diaspora tersebut, Bupati Flotim, Anton Hadjon mengajak seluruh perantau untuk tetap menjaga budaya Lamaholot, yaitu semangat kekeluargaan, kerukunan, toleransi dan persatuan yang sudah membudaya, untuk tetap dipertahankan di tempat perantauan. Tujuannya agar ancaman radikalisme dapat ditanggulangi dan tidak terjebak dalam segala bentuk hasutan yang memecah belah persatuan bangsa.

"Saya senang dapat bertemu langsung dengan warga diaspora di sini. Terima kasih juga untuk pemerintah setempat yang telah bersedia menerima warga Flotim untuk bekerja dan tinggal di tempat ini. Untuk itu saya minta warga Flotim yang ada di perantauan ini selalu menjaga persatuan dan kesatuan. Menjaga toleransi dan kerukunan dengan warga di sini. Semua adalah saudara sebangsa dan setanah air. Sehingga budaya Loamoholot yang mengutamakan semangat kekeluargaan dan kerukunan harus tetap dipelihara di sini. Persatuan menjadi kekuatan kita untuk menangkal segala bentuk ancaman seperti radikalisme, provokasi dan hoaks dapat ditanggulangi," kata Bupati Anton.

Menurut Anton, Warga Flotim sejak dahulu memang sudah terkenal sebagai perantau, sehingga sudah terbiasa hidup rukun dalam menjalin kehidupan sosial yang baik di tengah-tengah masyarakat.

Pada kesempatan sama Wali Kota Tarakan, Khairul Effendi saat menerima kunjungan Bupati Flotim, mengatakan menjamin kehidupan warga diaspora di daerah ini. Seluruh warga diaspora sudah menjadi keluarga sendiri dan mendapatkan hak pelayanan yang sama sebagaimana warga asli.

baca juga: Tunggakan Iuran BPJS Kesehatan di Bangka Selatan Rp8,4 Miliar

"Sudah sejak dahulu, warga Flotim bekerja dan merantau di sini. Semua seperti keluarga sendiri. Kehidupan sosial di sini cukup baik. Semangat kerukunan dan kekeluargaan anatara warga Flotim dan warga di sini sangat bagus. Sehingga kami pun menjamin kehidupan warga diaspora di daerah ini untuk mendapatkan hak yang sama dalam pelayanan publik dalam kehidupan bersama di sini," kata Khairul. (OL-3)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More