Minggu 17 November 2019, 12:19 WIB

Tersangka Pilih Kabur Usai Menabrak Pengendara Grab Wheels

Putri Anisa Yuliani | Megapolitan
Tersangka Pilih Kabur Usai Menabrak Pengendara Grab Wheels

MI/Fransisco Carolio Hutama Gani
Bagus, korban yang terlempar dan jatuh tepat di atas kaca mobil depan penabrak dalam kasus tabrak lari di GBK Jakarta.

 

BAGUS, 18 salah satu korban  yang ditabrak saat mengendarai skuter listrik di Senayan mengungkapkan tidak ada pertolongan sedikit pun dari tersangka usai tabrakan terjadi. Tersangka disebutnya tidak sejentikpun membuka jendela atau turun dari mobil Camry yang dikendarainya.

"Tidak ada. Pelaku sama sekali tidak menolong kami," kata Bagus yang ditemui saat aksi tabur bunga di Jalan Pintu 1, Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (17/11/2019).

Bagus yang hadir masih menggunakan dua tongkat penyangga untuk alat bantu berjalan itu mengatakan ialah korban yang terlempar dan jatuh tepat di atas kaca mobil depan cukup keras hingga sedikit tersangkut.

Saat itu dirinya berhasil terlepas dari mobil dan terjatuh bukan karena ditolong tersangka melainkan karena pelaku tetap mengendarai mobil serta tancap gas melarikan diri dari tempat kejadian.

"Jadi saya itu sedikit tersangkut di kap mobilnya. Saya itu lepas bukan karena pelaku tolong, tetapi dia jalankan mobilnya sedikit mundur kemudian maju dan saya lepas sampai jatuh," tegasnya.

Bagus menilai sangat janggal ada empat unit CCTV di tempat kejadian tetapi tidak satu pun merekam kejadian tabrakan dengan alasan kartu memori penuh.

"Ini benar-benar janggal. Ada apa di balik ini," ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Wanda,18, salah satu korban luka ringan yang hadir mengungkapkan ia kaget dengan keterangan kepolisian di media.

"Saya lihat di berita polisi bilang bahwa pelaku sempat turun dan menelepon ambulans. Itu salah. Saya ada di tempat kejadian dari tabrakan cukup lama 10-15 menit dia sama sekali tidak turun dari mobil. Buka jendela saja enggak. Kita bantu teman-teman sendiri. Kita ke RS tidak pakai ambulans tapi pakai mobil orang lain. Kita usaha menyetop mobil-mobil yang lewat cukup lama," tandasnya.

Ia pun cukup menyayangkan keputusan kepolisian yang tidak menahan tersangka dengan alasan kooperatif serta tidak ada upaya menghilangkan barang bukti.

"Ya memang tidak ada yang perlu dihilangkan. Kan mobil yang dipakai untuk berkendara sampai menabrak kami sudah ditahan di Satlantas. Sudah tidak ada yang perlu dia hilangkan. Jadi alasannya tidak masuk akal. Seharusnya dia ditahan. Terlebih seusai kejadian tidak ada itikad menolong," ungkap Wanda.

Wanda serta keluarga korban pun menuntut agar kasus ini ditindak seadil-adilnya tanpa memandang latar belakang keluarga tersangka.

Hari ini keluarga dan teman-teman dari korban tabrak lari yang menimpa pengendara Grab Wheels lakukan aksi di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Pusat saat Hari Bebas Kendaraan Bermotor berlangsung. Keluarga dan rekan yang menggunakan baju serba hitam membawa poster serta spanduk berisikan tuntutan transparansi dan keadilan terhadap kasus penabrakan yang terjadi pada Minggu (10/11) dini hari itu.

baca juga: Keluarga Korban Penabrakan Grab Wheels Lakukan Aksi Tabur Bunga

Aksi tabur bunga dilakukan tepat di lokasi kejadian perkara di Jalan Pintu Satu Senayan tepat di Pintu 3 GBK. Sebelumnya terjadi penabrakan terhadap enam orang pelajar yang mengendarai tiga unit Grab Wheels di area GBK Senayan pada Minggu (10/11) dini hari. Dua orang meninggal dunia akibat penabrakan tersebut yakni Wisnu, 18 dan Ammar, 18.

Sementara pelaku, DH, yang diketahui berkendara dalam kondisi mabuk telah ditetapkan sebagai tersangka namun tidak ditahan. Ia hanya wajib lapor.(OL-3)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More