Minggu 17 November 2019, 10:20 WIB

Iran Lakukan Penjatahan Bensin Setelah Harganya Naik 50%

Haufan Hasyim Salengke | Internasional
Iran Lakukan Penjatahan Bensin Setelah Harganya Naik 50%

AFP
Rakyat Iran melakukan protes keras saat pemerintah tiba-tiba menaikkan harga bensin hingga 50%.

 

PROTES meletus di Iran setelah pemerintah secara tak terduga mengumumkan penjatahan bensin dan menaikkan harganya. Setidaknya dua orang dilaporkan tewas. Harga bensin naik 50% pada Jumat (15/11/2019), karena subsidi untuk bensin berkurang.

Iran sudah menderita secara ekonomi karena sanksi keras yang dijatuhkan Amerika Serikat setelah Washington memutuskan untuk menarik diri dari kesepakatan nuklir Iran 2015.

Satu orang terbunuh dalam protes di pusat kota Sirjan. Kantor berita Iran, IRNA mengatakan ada bentrokan dengan polisi ketika para pemrotes menyerang gudang penyimpanan bahan bakar pada Jumat lalu dan mencoba untuk membakarnya. Beberapa orang lagi terluka dalam insiden itu. Seorang pengunjuk rasa lainnya juga tewas di kota Behbahan.
Kota-kota lain juga terpengaruh unjuk rasa termasuk ibu kota, Teheran, Kermanshah, Isfahan, Tabriz, Karadj, Shiraz, Yazd, Boushehr, dan Sari.

Di beberapa kota, puluhan pengendara yang marah memblokade jalan dengan mematikan mesin mobil atau meninggalkan kendaraan dalam kemacetan.

Pengunjuk rasa memprotes keputusan pihak berwenang untuk menjatah dan meningkatkan harga bensin setidaknya 50%, sebagai bagian dari upaya untuk mengimbangi efek sanksi AS yang melumpuhkan. Kepala Organisasi Perencanaan dan Anggaran Iran, Mohammad Baqer Nobakht, mengatakan mulai bulan ini, 18 juta keluarga akan mendapat tambahan uang tunai sebagai akibat dari kenaikan harga.

baca juga: Venesia Hadapi Banjir Besar

Presiden Hassan Rouhani mengatakan pada Sabtu (16/11/2019), bahwa 75%  warga Iran saat ini di bawah tekana. Pemberian uang tambahan akibat kenaikan harga bensin akan diberikan langsung, tanpa melalui bendahara. (BBC/OL-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More