Minggu 17 November 2019, 08:51 WIB

Venesia Hadapi Banjir Besar

Haufan Hasyim Salengke | Internasional
Venesia Hadapi Banjir Besar

AFP
Banjir akibat gelombang pasang air laut menggenangi Kota Venesia, Italia. Dalam sepekan telah tiga kali terjadi banjir dan melumpiuhkan kota

 

KOTA Venesia, Italia menghadapi banjir besar ketiga hanya dalam waktu kurang dari seminggu. Banjir dipicu oleh kombinasi pasang surut musim semi dan gelombang badai.

Wali Kota Venesia, Luigi Brugnaro memerintahkan St Mark's Square, tempat ikonik yang menjadi tempat favorit wisatawan ditutup sementara sejak Jumat (15/11/2019), menyusul terjadinya gelombang pasang laut terbaru menghantam daratan disertai badai dan angin kencang. Setelah jeda singkat pada Sabtu (17/11/2019), kota terendam air setinggi 160 sentimeter, lebih rendah dibandingkan pada Selasa lalu mencapai 187 sentimeter.  Dan pada hari ini, ketinggian air sudah mulai turun.

Gereja-gereja, toko-toko, dan rumah-rumah di Venesia termasuk situs warisan dunia Unesco ikut terendam banjir akibat puncak air pasang secara berjala terjadi di Laut Adriatik utara. Brugnaro mengatakan kerugian akibat banjir rob ini sekitar 1 miliar euro. Untuk mengurangi beban warga korban banjir, tim sepak bola Italia mengunjungi Kota Venesia dan menunjukkan soladiratias terhadap warga korban banjir.

"Atas nama seluruh tim, sangat peduli dengan kota Venesia," kata kiper Italia, Gianluigi Donnarumma.

Delegasi federasi sepakbola Italia mengunjungi beberapa lokasi bisnis yang rusak akibat banjir. Krisis telah mendorong pemerintah untuk mengalokasikan anggaran 20 juta euro, atau setara Rp309 miliar untuk memulihkan Venesia dari bencana banjir laut pasang. Menteri Kebudayaan Dario Franceschini mengatakan perbaikan Kota Venesia menjadi tugas besarnya.

"Lebih dari 50 gereja menderita kerusakan," terangnya.

Penduduk yang rumahnya terdampak banjir berhak mendapatkan bantuan pemerintah langsung hingga 5.000 euro (Rp77 juta). Sementara pemilik restoran dan toko menerima bantuan hingga 20.000 euro. Mereka diperbolehkan mengajukan penambahan dana bantuan. Banjir juga merusak mesin-mesin ATM yang menyebabkan wisatawan maupun masyarakat Venesia kesulitan mendapatkan uang.

baca juga: Trump Berikan Grasi kepada Dua Perwira Angkatan Darat Amerika

"Semua persediaan di ruang bawah tanah hilang," keluh Luciano, seorang pekerja di sebuah toko di sepanjang St. Mark's Square.

Sejarah acqua alta atau air laut pasang pernah terjadi di Venesia pada 1966. Ketinggian air mencapai 1,94 meter merupakan rekor tertinggi yang pernah terjadi sejak terjadinya gelombang pasang air laut pada 1923. Kota Venesia dibangun di atas air. Sekeliling rumah warga adalah kanal air. (AFP/OL-3)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More