Minggu 17 November 2019, 01:30 WIB

Eduwisata Baru Penangkaran Penyu

LD/M-2 | Weekend
Eduwisata Baru Penangkaran Penyu

MI/LILIK DARMAWAN
Kini tengah dikembangkan wisata edukasi berupa tempat penangkaran penyu dan tukik.

Saat ini, eduwisata mulai digemari masyarakat. Tidak jauh dari Pantai Jogosimo, tepatnya di Desa Jogosimo, Kecamatan Klirong, Kebumen, kini tengah dikembangkan wisata edukasi berupa tempat penangkaran penyu dan tukik.

Eduwisata tersebut digarap Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Gajah Gunung, Desa Jogosimo. “Selain warga, anak-anak sekolah sudah mulai banyak yang datang ke sini. Meski, kami hanya mempunyai dua kolam kecil untuk penangkaran penyu, tetapi setidaknya, anak-anak sekolah mengetahui kalau Kebumen, khususnya Pantai Jogosimo, memiliki kekayaan alam, terutama penyu,” jelas Ketua Pokdarwis Gajah Gunung, Kastam.

Menurutnya, anak-anak TK dan PAUD sangat senang ketika mengetahui ada penyu. Dengan demikian akan menciptakan rasa kecintaan anak-anak terhadap satwa penyu. Di Jogosimo, jenis penyunya ialah penyu Lekang (Lepidochelys olivacea).

Pokdarwis memang sengaja menahan sebagian penyu yang sebelumnya ditetaskan telurnya dan nantinya dilepasliarkan ke laut. “Pada awalnya kami menyelamatkan telur-telur penyu dari penjarahan orang-orang tidak bertanggung jawab. Sebab, telur penyu cukup mahal harganya di pasaran, bisa sampai Rp10 ribu per butir. Kalau itu dibiarkan, penyu bisa punah,” jelasnya perihal awal pengadaan penangkaran tersebut.

Setelah diselamatkan, pihaknya kemudian melakukan penetasan dengan menimbun lagi telur-telur penyu dengan pasir. Lokasi­nya dipagari dan dijaga. Ternyata dengan upaya semacam itu, telur-telur bisa menetas menjadi tukik. “Setelah menjadi tukik, tugas kami berikutnya ialah melepasliarkan. Ada sebagian yang dibesarkan di kolam. Dengan demikian, bisa menjadi wisata edukasi kepada masyarakat,” ujarnya. (LD/M-2)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More