Sabtu 16 November 2019, 23:00 WIB

Tradisi Mencampur Jelang Natal

Rin/M-1 | Weekend
Tradisi Mencampur Jelang Natal

MI/ VICKY GUSTIAWAN
Buah-buahan kering akan dicampur dengan alkohol dan disimpan hingga saatnya membuat kue.

PERAYAAN Natal di Eropa tidak akan lengkap tanpa kehadiran kue satu ini, yakni fruit cake. Ternyata di balik kenikmatan kue ini ada tradisi yang cukup panjang dan lama.

Satu bulan sebelum perayaan Natal, keluarga di Inggris berkumpul dan melakukan tradisi mencampur buah alias cake-mixing. Biasanya buah-buahan kering akan dicampur dengan alkohol dan disimpan hingga saatnya membuat kue.

“Fruit mixing merupakan tradisi yang berawal abad ke-17. Tradisi ini asalnya dari United Kingdom, biasanya untuk keluarga. Keluarga biasanya melakukan ini untuk Natal dan menandakan akhir musim panen,” ujar Executive Chef JW Marriott Martin Weise kepada Media Indonesia di JW Marriott akhir Oktober lalu.

Di abad ke-17, kata chef asal Jerman ini, warga Inggris belum memiliki kulkas. Agar buah-buahan hasil panen tetap awet, dicampur dengan alkohol dan direndam selama 30 hari.

“Cara ini (merendam dengan alkohol) mampu meningkatkan rasa dari buah sehingga kandungan alkohol yang ada menghilang dan masuk ke buah, sehingga menjadikan rasa tradisional fruit cake,” ujar Chef Martin yang mengaku juga melakukan tradisi cake-mixing ini bersama keluarganya saat berada di Jerman.

Namun, bila Anda tidak menyukai alkohol, Chef Martin menyarankan mengganti alkohol dengan jus anggur. Rasa yang dihasilkan setelah diawetkan akan mirip dengan alkohol.

Guna memberikan pengalaman unik tersebut dan merayakan 18 tahun, JW Marriott mengajak sejumlah tamunya untuk mengikuti prosesi cake-mixing.

“Jadi kami memunculkan ide cake-mixing ceremony. Ide di balik acara ini, ketika kita bicara festive season, yang kita pikirkan ialah perayaan. Perayaan berarti kue. Jadi, kita buat persiapan pembuatan kue di depan tamu kita,” ujar General manager JW Marriott Satish Kumar kepada Media Indonesia.

Sebanyak 200 kilogram (kg) buah-buahan, ceri, kismis, buah ara, plum, kacang-kacangan, dan rempah-rempah disajikan dalam tiga meja khusus. Seluruh buah tersebut dicampur dengan 12 liter alkohol yang terdiri dari Grand Marnier, rum, brandy, dan single malt scotch whisky berusia 15 tahun.

Aroma alkohol yang kuat langsung mengular saat dituangkan ke wadah buah. Para tamu pun langsung antusias menggunakan kedua tangannya mengaduk semua buah-buahan dan alkohol tersebut hingga meresap semua.

“Setelah dicampur, kita akan simpan di kulkas khusus selama 30 hari hingga menyatu dan alkoholnya hilang. Baru kita olah menjadi kue buah dan dijual di JW Marriott,” ujar Chef Martin, seraya mengungkapkan dari 200 kg buah itu akan dihasilkan 217 kue yang akan dijual awal Desember.

Jangan khawatir dengan rasa alkohol yang kuat. Menurut Chef Martin, rasa alkohol akan menghilang dengan campuran telur, tepung, gula, dan susu. (Rin/M-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More