Sabtu 16 November 2019, 15:40 WIB

Bendungan Temef di NTT Rampung pada 2021

Palce Amalo | Nusantara
Bendungan Temef di NTT Rampung pada 2021

Ist
Proyek Bendungan Temef di Kecamatan Polen, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur.

 

PROYEK Bendungan Temef di Kecamatan Polen, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur, dijadwalkan rampung pada 2021, awal lebih awal dari jadwal semula 2022.

"Kita cicil pekerjaan-pekerjaan persiapan yang bisa dilakukan lebih awal, jadi begitu momennya sudah pas, langsung kerja," kata Kepala Teknik PT Waskita Karya, Agasi Yudho, kepada wartawan di Kupang, Sabtu (16/11).

Di antaranya mengurus perizinan dan persiapan material seperti semen dan peralatan lainnya untuk ditempatkan di gudang.

Bendungan Temef dibangun sejak 2018, dibagi dua paket yakni paket satu dikerjakan PT Waskita Karya kerja sama operasional (KSO) PT Bahagia Bangun Nusa meliputi bangunan utama dan pengelak, dan paket dua dikerjakan PT Nindya Karya KSO PT Bina Nusa Lestari meliputi bangunan pelimpah, bagunan fasilitas dan jalan akses.


Baca juga: Dua Terduga Teroris di Sumut Ditembak Mati karena Melawan


Menurut Agasi, sampai Jumat (15/11), progres paket satu telah mencapai 27% dan paket dua telah mencapai sekitar 40%. Untuk penggalian tubuh bendungan, sudah selesai 80%, sisa 20% palung sungai yang belum dikerjakan.

Dia mengatakan, sampai saat ini cuaca di lokasi bendungan cukup mendukung sehingga pekerjaan berjalan lancar.

"Kita juga persiapan pekerjaan timbunan, galian timbunan sudah dilakukan dan tahun depan sudah bisa dilakukan penimbunan," ujarnya.

Temef merupakan satu dari tujuh bendungan yang dibangun pemerintah di NTT, akan menampung air sebanyak 77 juta meter kubik, menjadi bendungan terbesar di daerah itu. Bendungan dengan panjang 550 meter dan tinggi 55 meter ini akan menjadi sumber air baku serta mengairi lahan irigasi seluas 10.000 hektare. (OL-1)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More