Jumat 15 November 2019, 23:20 WIB

Lab Uji Pelumas Surveyor Indonesia Terakreditasi KAN

Cahya Mulyana | Ekonomi
Lab Uji Pelumas Surveyor Indonesia Terakreditasi KAN

Dok. Surveyor Indonesia
Laboratorium uji pelumas Surveyor Indonesia

 

LABORATORIUM Uji Pelumas Surveyor Indonesia yang bertempat di Sentul, Bogor, Jawa Barat, telah mendapatkan sertifikat akreditasi KAN.

Hal ini menunjukkan Surveyor Indonesia telah konsisten menerapkan SNI ISO/IEC 17025:2017 (ISO/IEC 17025:2017) sebagai persyaratan umum untuk kompetensi laboratorium pengujian dan kalibrasi.

“Kami optimis keberadaan Laboratorium Uji Pelumas ini dapat membantu dan mendorong industri pelumas dalam negeri untuk berkembang. Bersama kita kawal SNI Wajib Pelumas untuk mendorong daya saing industri nasional dan jaminan kepentingan konsumen,” terang Direktur Utama PT Surveyor Indonesia, Dian M Noer dalam keterangan resmi, Jumat (15/11).

Ia mengatakan laboratorium yang memiliki luas area 1.530 meter persegi dengan bangunan dua lantai itu terdiri dari pengujian karakteristik fisika-kimia terlengkap.

Kemudian mampu untuk pengujian parameter unjuk kerja pelumas di mana semua peralatan uji merupakan teknologi terbaru dengan kecepatan operasional 24 jam.

Baca juga : Surveyor Indonesia Beradaptasi di Era Industri 4.0

Dian M. Noer menjelaskan, Laboratorium Uji Pelumas itu dibangun untuk mendukung kebijakan pemerintah dalam penerapan Standard, Technical Regulation, Conformity Assessment Procedure (STRACAP) sebagai instrumen untuk mengamankan industri dalam negeri dari serangan produk-produk impor yang tidak berkualitas.

Dalam hal ini, di Indonesia, instrumen tersebut pada umumnya dilakukan melalui pemberlakuan SNI secara wajib.

Laboratorium tersebut terdiri dari 25 peralatan uji Fisika-Kimia dan 2 line Engine Dynamometer dengan kapasitas 250 Horse Power (HP) yang memiliki kecepatan operasional yang dapat dilakukan 24 jam, akurasi tinggi dan sudah kalibrasi pabrik dengan nilai investasi kurang lebih sebesar Rp58,85 Miliar.

Laboratorium itu dapat menguji produk Pelumas untuk Karakteristik Fisika-Kimia dan Parameter Unjuk Kerja Pelumas yang sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) Pelumas yang jumlahnya sudah mencapai 21 SNI Pelumas, diantaranya 7 SNI Pelumas sudah diberlakukan secara wajib melalui Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 25 Tahun 2018.

Selain itu, laboratorium ini juga dapat melakukan pengujian terhadap pelumas dalam penggunaan (Used Oil Analysis) guna membantu industri untuk mengetahui umur pemakaian pelumas dan mengetahui kondisi bagian-bagian mesin yang berputar berupa Oil Condition Monitoring (OCM) agar perawatan dapat dilakukan secara efisien dan dapat meningkatkan produktivitas permesinan.

OCM dapat dilakukan pada permesinan untuk Sektor Pertambangan, Transportasi (Darat, Laut, Udara), Pembangkitan dan Industri Manufaktur.

Surveyor Indonesia telah ditunjuk dan ditetapkan oleh Menteri Perindustrian sebagai Laboratorium Penguji melalui Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 37 Tahun 2018 untuk memenuhi kebutuhan infrastruktur dalam rangka pemberlakuan SNI Pelumas Secara Wajib.

Dalam implementasi pemberlakuan SNI wajib tersebut, diperlukan ketersediaan infrastruktur penilai kesesuaian seperti Lembaga Sertifikasi Produk (LSPro) dan Laboratorium Pengujian.

Pembangunan Laboratorium Uji Surveyor Indonesia, menjadi salah satu upaya untuk mendukung pemenuhan kebutuhan infrastruktur guna penerapan SNI wajib untuk pelumas tersebut.

Baca juga : GPEI Gandeng Surveyor Indonesia untuk Tingkatkan Ekspor

Untuk meningkatkan sinergi BUMN, Laboratorium Uji Surveyor Indonesia siap menjalin kerja sama dengan BUMN seperti Pertamina, PLN, ASDP, PELNI, PT ANTAM, BUKIT ASAM, BKI dan BUMN lainnya yang memiliki peralatan mesin berputar.

Sementara itu, hingga saat ini, perusahaan produsen pelumas yang telah menggunakan jasa Laboratorium Surveyor Indonesia antara lain:  Exxonmobile, Idemitsu, Shell, Nippon, Perkasa Teknologi Indolube, Mobil Korea Lube Oil, dan Petromitra Pacifik Internusa.

"Didukung oleh personel laboratorium yang terdiri dari analis, operator, dan PPC yang kompeten dan berpengalaman dalam bidang uji pelumas, Surveyor Indonesia siap mengamankan industri dalam negeri dari serangan produk pelumas yang tidak berkualitas dalam upaya memberi jaminan kualitas dan keamanan bagi konsumen pelumas," papar Dian.

Saat ini, Surveyor Indonesia telah menggarap 30% pasar SNI dan ke depan akan mulai membidik pasar komersial.

"Laboratorium uji pelumas Surveyor Indonesia terus meningkatan kepercayaan pelanggan dengan memberikan pelayanan prima 24 jam, akurasi laporan, proses lebih cepat, dan harga kompetitif," pungkas Dian. (RO/OL-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More