Jumat 15 November 2019, 23:05 WIB

Ma'ruf Harap Indonesia Jadi Pusat Ekonomi dan Keuangan Syariah

Nur Aivanni | Ekonomi
Ma

Antara
Wakil Presiden Ma'ruf Amin memberikan sambutan pada acara Silaturahim Kerja Nasional (Silaknas) Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) di Jakarta

 

WAKIL Presiden Ma'ruf Amin berharap Indonesia menjadi pusat ekonomi dan keuangan syariah dunia. Hal itu disampaikannya dalam acara peresmian pembukaan 6th Indonesia Islamic Economic Forum (IIEF) dan silaturahmi kerja nasional masyarakat ekonomi syariah tahun 2019, di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Jumat (15/11).

"Saya ingin punya halal industrial estate, halal training center dan sebagainya. Mudah-mudahan Indonesia menjadi pusat ekonomi dan keuangan syariah dunia," kata Ma'ruf Amin di Jakarta Convention Center, Jakarta, Jumat (15/11).

Pemerintah, tegasnya, akan melakukan akselerasi pertumbuhan ekonomi dan keuangan syariah dengan memperkuat kelembagaan pengembangan ekonomi syariah. Upaya memperkuat kelembagaan tersebut akan dilakukan melalui revisi Peraturan Presiden Nomor 91 Tahun 2016 tentang Komite Nasional Keuangan Syariah.

Salah satu revisinya adalah perubahan lingkup keuangan syariah diperkuat menjadi lingkup ekonomi dan keuangan syariah. "Dengan perubahan lingkup ini diharapkan dapat mempercepat pengembangan ekonomi dan keuangan syariah yang difokuskan pada pengembangan dan perluasan industri produk halal, keuangan syariah, dana sosial syariah, social fund serta kegiatan usaha syariah," tuturnya.

Menurut Ma'ruf, perlu kerja cepat, tepat dan manfaat agar ekonomi syariah bisa maju lebih cepat dan lebih baik lagi. Yang dimaksud cepat adalah jangan menggunakan cara-cara lama. "Alon alon asal kelakon, itu harus kita tinggalkan karena harus ada akselerasi. Kita harus cepat karena kita sudah banyak ketinggalan, tapi harus tepat bekerjanya, dan kita harus bekerja memberikan manfaat, dampak yang besar," tuturnya.

Lebih lanjut, Ma'ruf menyampaikan bahwa inisiatif untuk terus menggelorakan perkembangan ekonomi dan keuangan syariah merupakan hal yang sangat membanggakan bagi Indonesia. Ia pun meyakini bahwa peran ekonomi dan keuangan syariah akan makin diterima oleh masyarakat Indonesia.

"Visi pengembangan ekonomi dan keuangan harus diletakkan sebagai suatu pilihan aktivitas ekonomi yang rasional bagi masyarakat, sehingga ekonomi dan keuangan syariah bukan merupakan hal yang ekslusif tapi menjadi bersifat universal sesuai dengan prinsip rahmatan lil alamin," tandasnya. (OL-8)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More