Sabtu 16 November 2019, 00:30 WIB

Adira Perkirakan Pertumbuhan Pembiayaan masih Datar

Hld/E-1 | Ekonomi
Adira Perkirakan Pertumbuhan Pembiayaan masih Datar

MI/MOHAMAD IRFAN
Direktur Keuangan Adira Finance I Dewa Made Susila.

 

DIREKTUR Keuangan Adira Finance I Dewa Made Susila memprediksi pada 2020 tren pembiayaan transportasi belum pulih sepenuhnya.

Hal itu sejalan dengan tren pertumbuhan penjualan kendaran yang mungkin akan flat atau tumbuh sedikit. Hal itu didasarkan pada riset internal yang Adira lakukan.

“Kelihatannya pertumbuhan penjualan bisa flat atau tumbuh sedikit saja. Kita (Adira Finance) itu baru sekitar 60% membiayai kendaraan baru, baik motor maupun mobil. Dampak dari (penjualan) ini akan kena ke kita juga dan seluruh pemain industri,” ujarnya di Jakarta, kemarin.

Hingga pertengahan November, Adira mencatatkan pembiayaan baru mencapai Rp31,1 triliun. Angka itu lebih rendah jika dibandingkan dengan pada November 2018 yang mencapai Rp31,4 triliun. Oleh karena itu, ia menyimpulkan pertumbuhan ini cenderung flat.

Pihaknya, lanjut Made ­Susila, memiliki strategi khusus untuk mendongkrak pembiayaan di tahun depan.

Hal pertama yang dilakukan ialah dengan melakukan perbaikan pelayanan untuk konsumen dan diler. Bila servis dari perusahaan itu bagus, konsumen akan cenderung memilih Adira.

Langkah kedua ialah melakukan kerja sama dengan lebih banyak konsumen dan ekspansi diler.
Adapun yang terakhir ialah Adira mengembangkan bisnis nonotomotif sesuai dengan kebutuhan konsumen ke ­depannya.

“Kebutuhan konsumen  itu sudah mulai berkembang. Kalau sudah punya dua atautiga motor,  kemungkinannya konsumen ingin memiliki hal lain. Pasti pengen umrah, beli televisi, dan lain-lain. Sesuai dengan perkembangan pola konsumen itulah kita menawarkan banyak produk. ­Termasuk, misalnya, multiguna, durables, elektronik, umrah, asuransi,” papar dia.(Hld/E-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More