Jumat 15 November 2019, 22:31 WIB

PKS Gandeng Partai Berkarya

Abdillah Muhammad Marzuqi | Politik dan Hukum
PKS Gandeng Partai Berkarya

Dok MI
Ledia Hanifa Amaliah

 

KETUA DPP PKS Ledia Hanifa Amaliah mengungkapkan bahwa agenda silaturahmi ke Partai Berkarya tidak sekonyong-konyong ada. Sebelumnya Fraksi PKS di DPR telah lebih dahulu mengadakan pertemuan antar fraksi.

"Kalau di fraksi kita semua sudah melakukan silaturahmi, sekarang DPP-nya. Kita menyamakan jadwal, yang memungkinkan di awal ya Berkarya," terang Ledia di sela-sela Rakornas PKS di Hotel Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan, Jumat (15/11).

Rencananya pertemuan dengan Partai Berkarya bakal dihelat pekan depan.

"Kalau gak salah, tentatifnya, pekan depan. Tapi itu kita masih atur-atur lagi," tegasnya.

Ia juga menyampaikan nantinya PKS akan membawa pengurus inti partai.

"Ini biasanya sama-sama full team. Kalau kemarin-kemarin kita kalau antar parpol kita full team," tambahnya.

Ledia menyampaikan bahwa pertemuan itu tidak punya maksud untuk mengesampingkan partai lain dan mengutamakan Partai Berkarya. Ia menyebut pertemuan dengan Partai Berkarya lebih dahulu hanya karena soal waktu.

"Bukan mendahulukan siapa dari siapa, tapi kita semata-mata berkaitan dengan jadwal," tegasnya.

Menurutnya, PKS telah melakukan komunikasi beberapa partai politik. Komunikasi itu disambut baik, bahkan beberapa memang sudah siap menyampaikan jadwal untuk bertemu. Selain dengan Partai Berkarya, PKS sudah melakukan komunikasi dengan partai lain seperti PAN dan PKB.

"Kita sudah komunikasi dengan beberapa, termasuk dengan PKB, termasuk dengan PAN, kapan kira-kira kita bisa silaturahmi," terusnya.

Menurut Ledia, pertemuan itu lebih pada menunjukkan komitmen kebangsaan.

"Ini bagian dari bagaimana kita bersama sama kita menunjukkan komitmen bahwa kita mau membangun bangsa itu bersama sama, tidak bisa satu dua elemen saja, tetapi keseluruhan," tandasnya. (OL-8)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More