Jumat 15 November 2019, 23:20 WIB

Bansos Berdayakan Warga

OL/H-1 | Humaniora
Bansos Berdayakan Warga

DOK KEMENSOS
Menteri Sosial Juliari P Batubara

 

MENTERI Sosial Juliari P Batubara meminta kepada seluruh jajarannya agar segera menuntaskan berbagai program bantuan sosial yang menjadi kewenangan Kementerian Sosial.

Hal itu disampaikan Juliari Batubara saat menutup rapat evaluasi bantuan sosial untuk wilayah II di Bali, kemarin. Dia menegaskan Kemensos bersama seluruh jajaranya harus paham bahwa seluruh program bantuan sosial harus bermuara pada keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Percuma saja pemerintah membangun berbagai infrastruktur besar. Percuma saja pemerintah membangun bandara, pelabuhan, tol, jembatan, dan sebagainya, jika masih ada masyarakat yang miskin. Di ke manakan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Itulah sebabnya, Program Keluarga Harapan (PKH) tidak bisa hanya bagi- bagi bantuan sosial,” ujarnya.

Untuk sementara, berbagai bantuan sosial itu segera dituntaskan, tapi harus segera berpikir untuk lebih diberdayakan. Selama ini berbagai program itu sudah sangat bagus. Ada program PKH, bantuan pangan nontunai, pembangunan rumah tidak layak huni, keluarga penerima manfaat, ada program kelompok usaha bersama (KUBE). Semua program ini hendaknya lebih diberdayakan lagi sehingga tidak ada lagi rakyat Indonesia yang miskin.

Semua harus berpenghasilan tinggi menjelang 100 tahun Indonesia merdeka. Pemberdayaan harus terus dilakukan agar banyak keluarga di Indonesia memiliki penghasilan yang tinggi. Mensos juga meyakinkan jika untuk keluarga penerima manfaat indeksnya harus dinaikkan mulai 2020.

Sebelumnya, per keluarga hanya menerima Rp120 ribu. Angka itu akan dinaikkan menjadi Rp150 ribu per bulan. Kemensos segera berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan terkait dengan penerima bantuan pangan nontunai. Selama ini yang dibantu hanya beras dan telur.

 “Kami akan berkomunikasi dengan Kemenkes, makanan apa yang diusulkan jadi alternatif bantuan pangan nontunai. Syaratnya, nilai gizinya berkualitas, ketersediaan merata untuk sebagian besar wilayah Indonesia. Tujuannya agar sumber pangan tersebut bisa memanfaatkan produk lokal, bagus nilai gizinya, dan sebarannya merata,” ujarnya. (OL/H-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More