Jumat 15 November 2019, 01:05 WIB

Napi Teroris Diharap Masuk Lapas Pusderad sebelum Bebas

Antara | Nusantara
Napi Teroris Diharap Masuk Lapas Pusderad sebelum Bebas

MI/Rommy P
Deputi 1 BNPT, Mayjen TNI Hendri Paruhuman Lubis.

 

BADAN Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) ingin setiap narapidana terorisme (napiter) yang akan bebas terlebih dulu masuk ke Pusat Deradikalisasi (Pusderad) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Khusus Terorisme Kelas IIB di Sentul, Bogor, Jawa Barat.    

"Setiap napiter yang akan bebas idealnya dipindahkan ke Pusat Deradikalisasi," kata Deputi 1 Bidang Pencegahan, Perlindungan, dan Deradikalisasi BNPT, Mayjen TNI Hendri Paruhuman Lubis, dalam kegiatan Reintegrasi Sosial di Lapas Kelas 1 Palembang, Sumatra Selatan, Kamis (14/11).   

Di Pusderad itu lah, kata Hendri, para napiter akan menjalani program yang lebih terintegrasi sehingga saat kembali ke masyarakat sudah benar-benar baik sesuai harapan.

Selain itu, kata Hendri, setiap napiter yang akan bebas sudah mau bersumpah setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).    
Dalam kesempatan itu, Hendri melihat secara langsung proses deradikalisasi tiga napiter yang ada di Lapas Kelas 1 Palembang. Kebetulan satu napiter, yakni Addin Agus Riyanto alias Abu Nabila alias Wahirun akan bebas 12 Desember 2019.

"Saya ingin melihat langkah-langkah yang dilakukan, apakah yang bersangkutan sudah siap kembali ke masyarakat dan benar-benar kembali ke NKRI atau masih berpotensi akan mengulangi perbuatannya," ujarnya.


Baca juga: Densus 88 Amankan 12 Orang terkait Bom Bunuh Diri Medan


Kalapas Palembang, Riyanto, mengungkapkan, selama ini pihaknya telah melakukan program khusus kepada tiga napiter tersebut agar saat bebas mereka menjadi manusia yang lebih baik dan tidak terpapar terorisme.

"Untuk napiter yang akan bebas bulan depan, sehari-hari dia sudah bisa bergaul dengan baik di lingkungan lapas. Untuk bermasyarakat saya kira sudah siap meski harus terus diberikan sentuhan-sentuhan agar dia benar-benar sadar dan kembali ke NKRI," ujarnya.    

Kasubdit IV Ditintelkam Polda Sumsel, Ajun Komisaris Besar Pol Marzuki Ismail, menambahkan, pihaknya terus memperkuat koordinasi dalam menangani deradikalisasi napiter ini.

"Selama ini kami memonitor kemudian mengadakan wawancara dengan Yang bersangkutan. Sejauh pengamatan kami, dalam bidang ideologi kenegaraan, dan ideologi keagamaan harus terus diberikan pembinaan lagi," tuturnya.  

Menurut Marzuki, perlu dialog dengan tokoh agama yang paham betul agamanya supaya para napiter bisa bergaul berbagai macam pihak setelah selesai menjalani kehidupan di lapas. (OL-1)

Baca Juga

Istimewa

Selama Pandemi KSP di Karawang Banyak Gagal Bayar

👤Cikwan Suwandi 🕔Senin 23 November 2020, 23:35 WIB
SELAMA Covid-19, puluhan koperasi simpan pinjam (KSP) di Karawang, Jawa Barat mengaku kesulitan. Tingginya permintaan pinjaman dari anggota...
Ist

Satu Karyawan Positif Kantor Baznas Tarakan Tutup Sementara

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 23 November 2020, 21:59 WIB
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Tarakan, Kalimantan Utara, tutup selama tiga hari setelah ada karyawannya yang tertular...
Antara

Tanah Adat di Papua dan Papua Barat Bakal Dijadikan Perkebunan

👤mediandonesia.com 🕔Senin 23 November 2020, 21:05 WIB
ADA enam wilayah adat di Papua dan Papua Barat yang punya banyak lahan tidur dan masyarakat ingin memanfaatkan lahan itu untuk perkebunan,...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya