Jumat 15 November 2019, 21:35 WIB

Panglima TNI: Ekonomi Kerakyatan Kekuatan Bangsa Indonesia

Golda Eksa | Politik dan Hukum
Panglima TNI: Ekonomi Kerakyatan Kekuatan Bangsa Indonesia

MI/M Irfan
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.

 

PANGLIMA TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, menegaskan ekonomi kerakyatan merupakan kekuatan sangat besar yang bisa membuat bangsa Indonesia bertahan dari krisis ekonomi.

Menurutnya, jumlah penduduk di negeri ini yang lebih dari 260 juta jiwa menjadi pasar yang sangat potensial, serta dapat menyerap semua produksi yang dihasilkan di dalam negeri.

"Di situ lah sebetulnya kekuatan Indonesia yang dapat mencukupi dirinya sendiri," kata Hadi saat menutup kegiatan Gebyar Karya Pertiwi dan Military Attache Spouses Culture 2019, di Balai Sudirman, Jakarta, Jumat (15/11).

Mantan Kepala Staf TNI AU, itu berharap dengan kegiatan tersebut ekonomi kreatif Indonesia akan semakin berkembang. Dengan demikian kesejahteraan rakyat juga meningkat.

"Teknologi pemasaran secara digital yang saat ini sedang mengemuka harus dapat dimanfaatkan sebaik mungkin oleh para praktisi ekonomi kerakyatan,” katanya.


Baca juga: Mendagri: Wapres Pimpin Penanganan Radikalisme dan Terorisme


Menurut dia, hal yang dibutuhkan ialah bagaimana meraih para konsumen, pasar di seluruh penjuru Indonesia melalui teknik pemasaran yang tepat dan menarik. Selain itu juga dibutuhkan konsistensi serta peningkatan kualitas dan jaminan mutu, sehingga konsumen puas dan akan membeli kembali.

Panglima TNI mengatakan bahwa selama tiga hari pelaksanaan Gebyar Karya Pertiwi dan Military Attache Spouses Culture 2019 telah berjalan dengan semarak.

"Saya yakin banyak manfaat yang telah kita peroleh, tidak hanya dari sisi ekonomi, tetapi juga wawasan yang luas tentang kekayaan budaya tanah air dan negara-negara sahabat."

Lebih jauh, terang dia, kesenian Indonesia dilandasi dengan berbagai nilai-nilai luhur dan kearifan lokal, sehingga sangat menarik untuk dipelajari ataupun dinikmati.

"Sehingga kewajiban kita sebagai bangsa untuk melestarikan budaya kita sendiri," tandasnya. (OL-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More