Jumat 15 November 2019, 21:25 WIB

Dinilai Sehat, Produk Sego Jagung dan Singkong Raih Penghargaan

Syarief Oebaidillah | Humaniora
Dinilai Sehat, Produk Sego Jagung dan Singkong Raih Penghargaan

Ist
Produk Sego Jagung dan Sego Singkong meraih penghargaan silver sebagai runner up pada pameran SIAL Innovation di Jakarta, Jumat (15/11).

 

PT Gita Food melalui produk Sego Jagung dan Sego Singkong meraih penghargaan silver sebagai runner up pada pameran International Exhibition on Food & Beverage Product, Technology, Ingredient, Additive, Raw Materials, Services, Equipment and Supplies di JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Kamis (14/11).

Produk Gita Food dinilai inovatif dari sisi proses produksi yang dapat mengubah tepung jagung atau singkong menjadi seperti beras.

Selain itu, produk ini bermanfaat bagi masyarakat karena dinilai sehat tanpa kimia tanpa pewarna buatan dan bermanfaat bagi kesehatan khususnya menjaga serangan penyakit gula atau diabetes yang banyak terjangkit di masyarakat Indonesia.

Direktur Utama Gita Food, Iwan Santoso, melalui keterangan resmi yang diterima hari ini mengutarakan dengan penghargaan ini menumbuhkan keyakinan bahwa , kedua produk beras analog yang dibuat dari bahan baku jagung dan singkong segar tersebut, berhasil menjadi produk inovatif yang bernilai positif dan bermanfaat bagi kesehatan dan masyarakat.

Menurutnya, kedua produk diproduksi tanpa pengawet dan pewarna buatan sehingga produk ini bebas dari bahan kimia apapun.

"Produk ini sudah menjalani uji laboratorium dan terbukti mengandung kandungan serat yang tinggi serta sehat bagi nutrisi dan kesehatan pengguna dari penyakit gula atau diabetes yang merupakan salah satu penyakit terbanyak yang diderita masyarakat Indonesia," ungkap Iwan di Jakarta, Jumat (15/11).


Baca juga: Ma'ruf: Sertifikat Perkawinan bukan Syarat Utama Pernikahan


Robertus Budi Setiono, Direktur Keuangan Gita Food, menambahkan, berdasarkan data dari International Diabetes Federation (IDF), jumlah penderita diabetes di dunia telah mencapai lebih dari 425 juta jiwa pada 2017 dan akan meningkat terus sehingga diperkirakan mencapai 629 juta jiwa di 2045.

Indonesia merupakan negara ke-6 dengan jumlah penderita diabetes sebanyak 10,3 juta jiwa di bawah Tiongkok sebagai negara pengidap diabetes tertinggi di dunia mencapai 14,4 juta, India 72,9 juta, Amerika Serikan 30,2 juta, Brasil 12,5 juta, dan Meksiko 12 juta.

"Melalui produk yang kami hasilkan kami turut berkontribusi membantu pemerintah guna menekan jumlah penderita diabetes dengan inovasi menciptakan produk makanan sehat. Di antaranya, sego atau nasi jagung dan sego singkong. Secara fisik penampilannya tidak ada bedanya dengan beras padi. Rasanya juga cukup enak dan mampu bersaing dengan produk beras merah," ujar Robert.

Hemat dia, masyarakat Indonesia mesti menjaga pola hidup sehat dengan menjaga keseimbangan makanan serta berolahraga secara teratur guna menangkal penyakit diabetes.

Selama pameran tersebut, terdapat lebih dari 15 ribu jenis produk yang ditampilkan namun hanya ada 93 produk yang bisa masuk sebagai peserta yang dinilai oleh juri nasional dari Indonesia dan juri internasional. Dari 93 produk terpilih masuk nominasi terdapat 27 produk lalu diseleksi ketat masuk 10 produk sebagai finalis.

Hasilnya, Sego Jagung dan Sego Singkong dinobatkan sebagai runner up dengan mendapatkan penghargaan silver, sedangkan penghargaan gold diraih produk Frozen Nasi Bakar dari Universitas Ciputra, dan penghargaan bronze diraih Bytow dari Polandia. (RO/OL-1)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More