Jumat 15 November 2019, 20:04 WIB

Telepon Rusia dan Pemberontak Ukraina Bukti Baru Jatuhnya MH17

Melalusa Susthira K | Internasional
Telepon Rusia dan Pemberontak Ukraina Bukti Baru Jatuhnya MH17

AFP PHOTO / ANP / Robin van Lonkhuijsen / Netherlands
Bagian dari Roket Buk yang ditembakkan ke Pesawat Malaysian Air MH17

 

TIM investigator internasional yang menyelidiki jatuhnya pesawat Malaysia Airlines, MH17, di Ukraina, merilis bukti baru berisi percakapan telepon. Rilis tersebut menunjukkan hubungan dekat antara pejabat tinggi Rusia dengan para pemberontak Ukraina yang dituding menjadi penyebab kecelakaan itu.

Penyelidikan internasional mengatakan sadapan telepon itu menimbulkan pertanyaan terkait kemungkinan keterlibatan pejabat tinggi pemerintah Rusia dalam penyebaran rudal yang menembak jatuh pesawat Malaysia Airlines pada 2014 lalu. Penyadapan juga menunjukkan hubungan antara Kremlin dan pejuang dari separatis Republik Rakyat Donetsk (DPR) di timur Ukraina jauh lebih dekat dari yang diyakini semula.

"Hampir setiap hari ada kontak telepon antara pimpinan DPR dan kontak mereka dengan Federasi Rusia," terang Tim Investigasi Gabungan (JIT) yang dipimpin Belanda dalam sebuah pernyataan, Kamis (14/11) kemarin.

"Mereka berbicara dengan para pemimpin di Moskow, dekat perbatasan dengan Ukraina dan di Krimea. Komunikasi sebagian besar terjadi melalui telepon aman yang disediakan oleh dinas keamanan Rusia," sambungnya.

Penyelidik menyebut sejumlah percakapan telepon itu melibatkan pejabat senior Presiden Rusia Vladimir Putin, Vladislav Surkov. Salah satu isi percakapan Surkov pada 2014 menyebutkan Surkov menjanjikan bantuan militer dari Rusia kepada DPR.

Sementara itu, Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu juga ikut disebutkan dalam sejumlah panggilan telepon antara pemberontak DPR. Salah satu anggota DPR menyebut bahwa pejuang akan datang dengan mandat dari Shoigu.

Para penyelidik mengatakan mereka secara khusus ingin mengetahui apakah Surkov dan Shoigu memiliki peran dalam perencanaan dan pelaksanaan operasi militer pada musim panas 2014 di timur Ukraina ketika pesawat MH 17 jatuh tertembak.

Tim investigasi kemudian meminta lebih banyak saksi untuk maju sebelum persidangan tiga warga negara Rusia dan satu warga negara Ukraina terkait jatuhnya pesawat MH17 di Belanda pada 9 Maret 2020.

Mereka yang akan menghadapi pengadilan atas jatuhnya pesawat MH17 ialah anggota terkemuka Republik Rakyat Donetsk (DPR), yakni mantan agen intelijen Rusia Igor Girkin atau yang dikenal dengan nama samaran "Strelkov", Sergei Dubinsky, Oleg Pulatov, Leonid Kharchenko. Mereka semua diharapkan diadili dalam keadaan tidak hadir (in absentia).

Tim investigasi gabungan melibatkan negara-negara yang warganya menjadi korban paling banyak dalam insiden jatuhnya MH17, yakni Australia, Belgia, Malaysia, Urkraina dan Belanda. Jatuhnya pesawat MH17 menewaskan seluruh 298 penumpangnya, dengan 196 di antaranya merupakan warga negara Belanda.

Pesawat penumpang MH17 yang terbang dari Amsterdam ke Kuala Lumpur ditembak jatuh oleh rudal BUK buatan Rusia saat melintasi wilayah Ukraina timur yang dikuasai pemberontak DPR. Penyelidik sebelumnya mengatakan rudal itu diangkut ke Ukraina dari brigade pertahanan udara militer Rusia yang berbasis di kota Kursk, Rusia. (cna/OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More