Jumat 15 November 2019, 20:05 WIB

ISEF dukung Fesyen Etis dan Berkelanjutan

Suryani Wandari | Weekend
ISEF dukung Fesyen Etis dan Berkelanjutan

Antara
Deretan busana muslim yang dijual di ISEF 2018.

INDONESIA Sharia Economic Festival (ISEF) kembali digelar untuk keenam kalinya. Tak hanya menampilkan bincang-bincang dan pameran, ISEF 2019 juga menggelar peragaan busana yang diikuti puluhan desainer dengan menampilkan busana yang berkelanjutan bertajuk Sustainable & Ethical Fashion.

"fesyen etis dan berkelanjutan adalah bentuk praktek dari implementasi nilai-nilai ekonomi syariah di industri fesyen yang dapat mendukung pengembangan industri halal global," kata Destry Damayanti, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, pada pembukaan fashion show, Kamis (14/11) di Jakarta Convetion Center, Jakarta.

Fesyen berkelanjutan dibuat dengan memperhatikan seluruh rantai pasokan dan siklus garmen, meliputi sumber, teknik/metode produksi hingga etika kerja dan pengelolaan limbah lingkungan. Sebagaimana yang diketahui, industri fesyen berkontribusi besar terhadap lingkungan.

Di samping itu, keistimewaan fesyen etis juga dinilai sangat relevan dengan prinsip-prinsip ekonomi syariah. Keduanya tidak menekankan pada profit semata, melainkan pencapaian keseimbangan dan kebaikan atau keadilan sosial ekonomi.

Dengan alasan ini pula, Sustainable & Ethical Fashion ISEF 2019 menampilkan etalase karya 78 perancang busana muslim Indonesia melalui pameran business to business (B to B) pada tanggal 13-16 November 2019 di Assembly Hall, JCC dan rangkaian peragaan busana pada tanggal 14 dan 15 November 2019 di panggung utama Plenary Hall, JCC.

Digelar selama dua hari, setiap harinya Sustainable & Ethical Fashion ISEF 2019 menghadirkan rangkaian fashion show yang terdiri dari tiga sesi. Deretan desainer seperti Vivi Zubedi, Saffana, Itang Yunasz, hingga eberapa aktris yang juga terjun dalam dunia fashion seperti Zaskia Adya Mecca, Oky Setiana Dewi dan Laudia Chyntia Bella. (M-1)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More