Jumat 15 November 2019, 17:50 WIB

Bea Cukai Bengkalis Gagalkan Penyelundupan 10kg Sabu

mediaindonesia.com | Politik dan Hukum
Bea Cukai Bengkalis Gagalkan Penyelundupan 10kg Sabu

DOK BEA CUKAI
Bea Cukai Bengkalis bersinergi dengan Polres Bengkalis berhasil mengamankan sebanyak kurang lebih 10kg sabu.

 

Dalam rangka melindungi masyarakat dari peredaran bahan berbahaya narkotika, Bea Cukai Bengkalis bersinergi dengan Polres Bengkalis berhasil mengamankan sebanyak kurang lebih 10kg methamphetamine (sabu). Sabu itu diamankan di Perairan Selat Pedang hingga Pulau Pedang, Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau, Sabtu (09/11).

Kepala Kantor Bea Cukai Bengkalis, Mochammad Munif mengatakan, bahwa keberhasilan dalam mengungkap peredaran narkotika tidak lepas dari sinergitas antara pihak Polres Bengkalis dan Kantor Bea Cukai Bengkalis yang berjalan dengan baik.

“Atas informasi dari Satuan Narkoba Polres Bengkalis, tim gabungan langsung bergerak ke Perairan Selat Pedang menggunakan Speedboat BC 69. Pukul 08.00 WIB, tim menemukan kapal tanpa nama yang mencurigakan di sekitar dermaga penyeberangan Temeran. Kemudian tim melakukan pemeriksaan acak. Namun tidak menemukan barang yang mencurigakan. Setelah dilakukan wawancara terhadap awak kapal, didapati keterangan bahwa mereka telah mengantar paket diduga narkotika kepada seseorang di Pulau Pedang,” jelas Munif.

Selanjutnya tim menemukan seseorang yang diduga menerima paket tersebut. Tim melakukan pemeriksaan di sekitar lokasi dan menemukan sebuah plastik hitam yang berisi bungkusan methaphetamine sebanyak 8 bungkus.

Tim kembali melakukan pemeriksaan mendalam terhadap kapal dan menemukan 2 bungkusan methaphetamine yang disembunyikan di bawah palka belakang kapal. Sebanyak 5 TSK diyakini sebagai anggota sindikat jaringan pengedar antar pulau (Pulau Bengkalis dan Pulau Pedang).

Semua barang bukti berhasil diamankan tim di lokasi yang berbeda, yakni di pelabuhan penumpang  Desa Tameran, Kabupaten Bengkalis tepatnya di pompong  milik salah satu pelaku dan di Desa Tanjung Pedang, Kabupaten Kepulauan Meranti. Tim juga mengamankan satu unit pompong dan beberapa unit ponsel.

"Berdasarkan informasi tambahan dari masyarakat bahwa akan terjadi transaksi barang ilegal di Pelabuhan Desa Tameran, petugas kemudian melakukan penyelidikan di sekitar lokasi dan berhasil mengamankan tiga orang tersangka sedang berkomunikasi menggunakan handphone," tambah Munif.

Selanjutnya, pelaku berinisial BB dan TSK dibawa ke Polres Bengkalis untuk pengembangan lebih lanjut dan tim kembali menuju Pos Dermaga Bea Cukai Bengkalis. (RO/OL-10)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More