Jumat 15 November 2019, 17:46 WIB

Wapres Minta Pencegahan Radikalisme Sejak PAUD

Nur Aivanni | Politik dan Hukum
Wapres Minta Pencegahan Radikalisme Sejak PAUD

ANTARA FOTO/Galih Pradipta
Wakil Presiden Ma'ruf Amin

 

WAKIL Presiden Ma'ruf Amin mengatakan bahwa penanganan radikalisme harus menjadi arus utama program nasional. Penanganan radikalisme, menurutnya, harus dilakukan secara komprehensif mulai dari hulu sampai ke hilirnya.

"Kita harus tangani sumber-sumber yang menyebabkan terjadinya radikalisme baik di dalam negeri atau mungkin pengaruh-pengaruh orang yang sekolah di luar negeri," katanya di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Jumat (15/11).

Penanganan radikalisme, lanjut dia, harus melibatkan semua pemangku kepentingan mulai dari pemerintah hingga komponen masyarakat. "Jadi semua kita libatkan, maka perlu adanya penanganan yang sinergi di antara berbagai kelompok ini," tambahnya.

Komponen masyarakat yang dilibatkan pun, kata Ma'ruf, juga harus melibatkan bagian terkecil kelembagaan masyarakat yaitu RT/RW. "Mereka diajak, diberi kewenangan, difasilitasi, supaya mereka bukan hanya urus surat, tapi juga mengetahui masyarakat yang ada di sekitarnya seperti apa," terangnya.

Baca juga: Karyawan BUMN Diduga Teroris, Erick Tegaskan Dukung Aparat

Pencegahan radikalisme pun, menurut Ma'ruf, juga harus dilakukan sejak dini. Pasalnya, kata dia, bibit-bibit radikalisme juga sudah dikenalkan sejak pendidikan anak usia dini (PAUD).

"Dari PAUD sudah mulai ada gejala, taman kanak-kanak, seperti bawa poster tokoh-tokoh, justru tokoh-tokoh radikal sudah dikenalkan dari PAUD, SD, ini juga menjadi perhatian," katanya.

Lebih lanjut, menurut Ma'ruf, narasi yang dibangun oleh semua pihak harus lah narasi kerukunan, bukan narasi konflik. Narasi kerukunan yang dimaksud adalah rasa saling mencintai, saling menyayangi, saling membantu, dan saling menolong.

"Jadi narasi kerukunan yang kita bangun. Jangan narasi konflik, itu juga menimbulkan terjadinya rasa permusuhan. Itu yang kita ubah. Kita wilayah damai, aman. Oleh karena itu, jangan bawa narasi-narasi konflik ke Indonesia," tandasnya. (OL-4)

Baca Juga

Dok.MI

Polri Usut Kasus Video Tik-tok Hina Jokowi dan Puan

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Selasa 24 November 2020, 21:01 WIB
Video yang diunggah akun TikTok @acygacalfarucha, menyebut Jokowi dan Puan adalah keturunan...
MI/CAHYA MULYANA

Rakyat Majemuk Jadikan Indonesia Pilih Demokrasi

👤Cahya Mulyana 🕔Selasa 24 November 2020, 20:45 WIB
Demokrasi sering menghadapkan dua hal yang sama-sama diperlukan tetapi...
Puspenkum Kejagung

Jaksa Agung: Berikan Efek Jera di Sektor Ekonomi Pelaku Korupsi

👤Golda Eksa 🕔Selasa 24 November 2020, 20:08 WIB
Aparat penegak hukum (APH) sejatinya mulai menyesuaikan orientasi penegakan hukum yang selama ini...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya