Jumat 15 November 2019, 14:50 WIB

Sopir Mabuk Penabrak Pemakai Otopet Hingga Mati Tidak Ditahan

Ferdian Ananda Majni | Megapolitan
Sopir Mabuk Penabrak Pemakai Otopet Hingga Mati Tidak Ditahan

Ilustrasi
Kecelakaan mobil

 

KASUBDIT Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Fahri Siregar mengatakan pengemudi mobil Camry berinisial DH yang menabrak pengguna Otopet tidak ditahan meskipun telah ditetapkan sebagai tersangka atas peristiwa kecelakaan tersebut.

"Bukan dilepas, tetapi setelah kita (penyidik) BAP dan ditetapkan sebagai tersangka, penyidik menilai bahwa tidak perlu dilakukan penahanan dikarenakan penyidik menilai bahwa tersangka kooperatif," kata Fahri dimintai keterangannya, Jumat (15/11).

Fahri juga menyebut beberapa pertimbangan penyidik tidak melakukan penahanan terhadap tersangka DH. Akan Tetapi, ia menegaskan, status penahanan DH merupakan kewenangan penyidik.

"(Pelaku) tidak akan melarikan diri, dan tidak akan menghilangkan barbuk. Jadi itu pertimbangan dari penyidik sehingga, saya garis bawahi bahwa tidak dilakukan penahanannya itu dikarenakan penyidik punya pertimbangan-pertimbangan yang tadi saya sampaikan," terangnya.

Baca juga: Dishub DKI Perbolehkan Otopet Listrik Melintas di Jalur Sepeda

Fahri menambahkan, penindakan hukum dalam pelanggaran lalu lintas tidak ada perbedaan apalagi terpengaruh dengan latar belakang tersangka. Oleh karena itu, DH juga diwajibkan melapor setiap Senin dan Kamis selama proses penyidikan.

"Kalau tidak dilakukan penahanan, itu tetap dilakukan wajib lapor seminggu dua kali," lanjutnya.

Ditanyai terkait tidak ditahan tersangka DH karena faktor anak seorang pejabat. Kata Fahri, pihaknya fokus menangani kasus kecelakaan dan tidak mendalami soal latar belakang atau orang tua pelaku.

"Saya tidak memperdalami masalah itu karena kalau penyidik lebih kepada hal-hal yang terkait masalah kronologis kejadian. Siapa orangtuanya, kita tidak memperdalami masalah itu, justru kita dalami bagaimana kronologis kejadian," pungkasnya.

Atas perbuatannya, DH dijerat Pasal 310 Juncto Pasal 311 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Saat tabrakan terjadi, pelaku menggunakan mobil Camry dan mengemudi di bawah pengaruh alkohol.

Sebelumnya, dua orang pengguna Otopet atau skuter listrik GrabWheel yakni Wisnu dan Ammar tewas ditabrak tersangka DH di kawasan Gate 3 Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat, Minggu (10/11) dini hari. Sementara empat orang temannya mengalami luka-luka, masing-masing Fajar Wicaksono, Bagus, Wulan, dan Wanda. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More