Jumat 15 November 2019, 13:16 WIB

Karyawan BUMN Diduga Teroris, Erick Tegaskan Dukung Aparat

Faustinus Nua | Politik dan Hukum
Karyawan BUMN Diduga Teroris, Erick Tegaskan Dukung Aparat

ANTARA/Wahyu Putro A
Menteri BUMN Erick Thohir

 

MENTERI Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menanggapi soal karyawan salah satu BUMN yang ditangkap Densus 88 di Cilegon, lantaran diduga menjadi bagian jaringan teroris.

Erick menegaskan dirinya mendukung kepolisian dan semua elemen untuk memerangi terorisme di Tanah Air.

"Saya mendukung kerja polisi dan semua aparat guna memerangi terorisme dimanapun itu. Bukan hanya di lingkungan BUMN tetapi di seluruh Indonesia," kata Erick melalui keterangan tertulis, Jumat (15/11).

Erick menjelaskan Kementerian BUMN tidak memberi tempat bagi teroris. Apabila karyawan yang diduga teroris terbukti bersalah, dia bukan lagi bagian dari BUMN.

"Ini sesuai dengan hukum yang berlaku di negara ini," lanjutnya.

Baca juga: Erick Janji Jika Benar Teroris, Karyawan Krakatau Steel Dipecat

Menurutnya, terorisme adalah tindak kejahatan yang bisa menimbulkan ketakutan masif, menimbulkan korban, merusak objek vital yang strategis, juga mengancam keamanan negara. Untuk itu, siapa pun pasti mengutuk tindakan yang tidak bermoral tersebut.

"Saya rasa tidak ada satu orang pun yang mendukung aksi teror," tutup Erick.

Sebelumnya, kepolisian melalui Densus 88 Antiteror menangkap empat orang terduga teroris di Cilegon, Banten. Salah satunya diduga merupakan petinggi dari perusahaan plat merah. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More