Jumat 15 November 2019, 11:30 WIB

Banjir, Venesia Dinyatakan Berstatus Darurat

Fajar Nugraha | Internasional
Banjir, Venesia Dinyatakan Berstatus Darurat

AFP/Filippo MONTEFORTE
Turis mengenakan sepatu antiair berjalan di St Mark's Square, Venesia

 

PEMERINTAH Italia menetapkan keadaan darurat di Venesia setelah banjir dengan ketinggian air 1,87 meter merendam kota tersebut. Kondisi ini membanjiri basilika bersejarahnya dan memutus aliran listrik ke rumah-rumah.

Lebih dari 80% wilayah kota yang merupakan situs warisan dunia UNESCO  berada di bawah air ketika pasang mencapai puncaknya.

Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte menggambarkan banjir sebagai "pukulan ke jantung negara kita". Dia mengatakan pemerintah sekarang akan bertindak cepat untuk menyediakan dana dan sumber daya.

"Sungguh menyakitkan melihat kota itu begitu rusak, warisan artistiknya terganggu, kegiatan komersialnya bertekuk lutut," ujar Conte, yang mengunjungi daerah itu pada Rabu (13/11) malam, seperti dikutip AFP, Jumat (15/11).

Baca juga: Warga Venesia Mengungsi akibat Banjir

Dia mengatakan pemerintah akan mempercepat pembangunan pertahanan struktural untuk kota laguna itu. Sistem penghalang hidraulik untuk mematikan laguna jika terjadi kenaikan permukaan laut dan badai musim dingin.

Conte mengatakan dia mengumumkan tindakan darurat pada Kamis (14/11), menambahkan bahwa setiap individu dapat mengklaim hingga 5.000 Euro atau sekitar Rp77,5 juta. Sementara untuk sektor komersil meraih ganti rugi 20 ribu Euro atau sekitar Rp310 juta sebagai kompensasi.

“Banyak museum tetap tutup pada Kamis,” lapor AFP.

Kondisi memburuk terjadi ketika warga Venesia terbangun karena sirene yang mengindikasikan gelombang akan ‘tetap tinggi’ dalam beberapa hari mendatang.

Wali Kota Venesia Luigi Brugnaro menyalahkan perubahan iklim sebagai penyebab level air yang tinggi dalam lebih dari 50 tahun.

Brugnaro mengatakan dampaknya besar dan akan meninggalkan tanda permanen.

St Mark's Square--salah satu bagian terendah di Venesia--adalah salah satu daerah yang paling parah dilanda.

Brugnaro mengatakan Basilika Santo Markus yang terkenal telah menderita ‘kerusakan parah’. Ruang bawah tanah di landmark bersejarah benar-benar banjir pada Selasa (12/11) dan ada kekhawatiran bahwa kolom basilika mungkin telah rusak secara struktural.

"Kerusakan diperkirakan menyebabkan kerugian ratusan juta Euro," Brugnaro memperingatkan.

Pada Rabu (13/11), pompa dikerahkan untuk mengalirkan air dari gereja dan ruang bawah tanah abad ke-12. Pemilik usaha kecil dan pedagang di kota itu memikat para turis, banyak dari mereka telah meninggalkan kota setelah permukaan air naik.

Seorang pedagang memberi tahu wali kota bahwa bisnisnya bergantung pada pariwisata, tetapi kiosnya tersapu oleh gelombang. (Medcom/OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More