Jumat 15 November 2019, 06:49 WIB

Dua Pelajar Tewas dalam Penembakan di Sekolah California

Basuki Eka Purnama | Internasional
Dua Pelajar Tewas dalam Penembakan di Sekolah California

AFP/Frederic J BROWN
Pelajar berbaris meninggalkan sekolah mereka usai terjadi penembakan.

 

SEORANG remaja putra menembak sejumlah rekannya di sebuah SMA di California saat merayakan ulang tahunnya yang ke-16. Penembakan itu menyebabkan dua orang tewas dan melukai tiga lainnya sebelum sang pelaku menembak dirinya sendiri.

Pelaku penembakan itu ditahan polisi dalam kondisi kritis setelah polisi menyerbu ke SMA Saugus di Santa Clarita.

Ini merupakan penembakan sekolah terbaru di Amerika Serikat (AS) yang selama dua dekade terakhir menyebabkan sekitar 300 orang tewas.

Peristiwa penembakan itu terjadi saat anggota DPR AS di Washington masih memperdebatkan aturan pengendalian senjata api yang sudah mandek selama berbulan-bulan.

Pelajar yang ketakutan mengaku membarikade diri mereka di dalam ruang kelas sementara yang lainnya melarikan diri setelah beredar kabar bahwa seorang pelajar etnik Asia melepaskan tembakan menggunakan senjata semiatumatis kaliber .45

Baca juga: Trump Lebih Peduli Penyelidikan Biden

"Setelah memeriksa rekaman video di lokasi, terlihat jelas pelaku mengeluarkan senjata api dari ranselnya, menembak dan melukai lima orang, sebelum menembak kepalanya sendiri," ujar kapten unit pembunuhan Kent Wegener.

Remaja pelaku penembakan itu termasuk dalam korban luka yang ditemukan tim penyelamat.

Korban tewas dalam penembakan ini adalah seorang perempuan berusia 16 tahun dan laki-laki berusia 14 tahun. Adapun korban terluka adalah seorang laki-laki dan dua perempuan yang berusia antara 14 dan 15 tahun.

Aksi penembakan di sekolah dengan populasi 2.300 pelajar itu pertama kali dilaporkan sekitar pukul 7:30 waktu setempat.

Polisi telah mendatangi kediaman pelaku sementara ibu dan kekasih pelaku berada di kantor polisi untuk memberikan keterangan. (AFP/OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More