Kamis 14 November 2019, 22:10 WIB

Komaruddin Hidayat Dukung Penulisan Ulang Buku Pendidikan Islam

Rifaldi Putra Irianto | Humaniora
Komaruddin Hidayat Dukung Penulisan Ulang Buku Pendidikan Islam

MI/Susanto
Komaruddin Hidayat

 

CENDEKIAWAN Muslim Komaruddin Hidayat mendukung langkah Kementerian Agama yang hendak menulis ulang buku pendidikan agama Islam di seluruh Indonesia.

Namun, ia mengusulkan agar langkah tersebut dilakukan secara komprehensif serta melibatkan ahli lintas disiplin ilmu dalam melakukan proses penulisan ulang tersebut.

"Saya setuju sekali ditulis ulang. Namun sebaiknya didahului dengan evaluasi yang komprehensif dan mendalam dengan mengundang berbagai ahli lintas disiplin ilmu, Jangan parsial dan tambal sulam, Jangan hanya pendekatan proyek tahunan," kata Komaruddin saat dihubungi Media Indonesia, Jakarta, Kamis, (14/11).

Dikatakanya, penulisan ulang buku pendidikan agama islam memang diperlukan agar tidak ketinggalan zaman.

"Saya pernah meneliti berbagai buku rujukan pelajaran agama yang dipakai, metode dan isinya hemat saya memang perlu ditulis ulang. Dari sisi metode, bisa membuat studi banding dengan buku-buku lain diluar agama, terutama terbitan asing. buku-buku agama (yang ada saat ini) sangat ketinggalan," tandasnya.

Ia menjelaskan, salah satu yang membuat buku-buku tersebur ketinggalan adalah isi dan uraianya yang terlalu berat dan tidak sederhana, sehingga sulit dipahami.

"Dari sisi metode, isi dan uraiannya ada yang terlalu berat, Padahal pesan dan ajaran agama yang fundamental bisa disajikan dengan sederhana dan mudah dipahami, asal metode penulisannya tepat," imbuhnya.

"Sejarah nabi Muhammad itu sangat menarik jika disajikan semacam novel dengan pesan moral yang tinggi. Jangan cerita perang melulu tanpa pemaknaan cerdas dan visioner. Mengapa perang itu mesti terjadi. Islam itu bukan agama perang, tapi awal kemunculannya terpaksa perang, sebagaimana sejarah kemerdekaan Indonesia, negara ini bukan mesin perang, " tandas Rektor Universitas Islam International Indonesia (UIII) itu. (OL-8)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More