Kamis 14 November 2019, 21:52 WIB

PPP: Pilkada Langsung Tak Wujudkan Kedaulatan Rakyat, Tapi Modal

PPP: Pilkada Langsung Tak Wujudkan Kedaulatan Rakyat, Tapi Modal

MI/PANCA SYURKANI
Wakil Ketua Komisi II DPR dari Fraksi PPP, Arwani Thomafi

 

WAKIL Ketua Komisi II DPR dari Fraksi PPP, Arwani Thomafi menilai pelaksanaan Pilkada langsung selama ini tidak mewujudkan kedaulatan rakyat namun cenderung kedaulatan modal.

"Sudah bukan menjadi rahasia umum, siapapun yang ingin menjadi kepala daerah, untuk tingkat kabupaten, saya memperhatikan untuk DPT yang sekitar 500 ribu, itu menghabiskan Rp20 miliar. Kalau lebih dari itu, misalnya satu juta, ya tinggal mengalikan saja," kata Arwani dalam diskusi di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis.

Arwani mengatakan, PPP sejak 2014 ketika pembahasan UU Pilkada, sependapat dengan pemerintah saat itu bahwa pelaksanaan Pilkada langsung lebih banyak kerugiannya.

Baca juga: Jubir: Presiden Jokowi Tolak Wacana Pilkada Dipilih DPRD

Dia menilai evaluasi Pilkada wajib dilakukan misalnya terkait pembebanan anggaran, desain tahapan Pilkada, sehingga dapat mewujudkan prinsip kedaulatan rakyat.

"Bukan berarti tidak ada kelebihan-kelebihannya, ada namun antara kelebihan dan kerugian, itu lebih banyak kerugiannya. Dan pada saat itu, didasarkan atas kajian yang obyektif, bukan pendapat masing-masing parpol semata," ujarnya.

Menurut dia, kalau sistem tersebut sudah kebablasan dan terlalu jauh maka lebih baik dihentikan serta dilakukan evaluasi.

Dia menilai masyarakat jangan alergi untuk mendiskusikan evaluasi Pilkada langsung terkait pilihan apakah akan menggunakan sistem langsung atau tidak langsung kedepan.

"Jadi mari kalau memang ada ruang diskusi, kita diskusikan, sebenarnya yang paling pas itu apa," katanya.(OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More