Kamis 14 November 2019, 20:35 WIB

Kemenko PMK Lanjutkan Program KKN Revolusi Mental

Syarief Oebaidillah | Humaniora
Kemenko PMK Lanjutkan Program KKN Revolusi Mental

MI/Oebai
Menko PMK Muhadjir Effendy pada Rapat Evaluasi Kuliah Kerja Nyata Tematik Revolusi Mental Tahun 2019, di Jakarta, Kamis (14/11).

 

KEGIATAN Kuliah Kerja Nyata Revolusi Mental (KKN RM) dinilai strategis dalam upaya mensosialisasikan Program Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) melalui Perguruan Tinggi ( PT). Program ini bersentuhan langsung antara mahasiswa dan masyarakat perdesaan.

Hal itu dikemukakan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy pada Rapat Evaluasi Kuliah Kerja Nyata Tematik Revolusi Mental Tahun 2019, di Jakarta, Kamis (14/11).

Turut hadir Seskemenko PMK, YB Satyasana Nugraha, Deputi Bidang Koordinasi Pendidikan dan Agama Kemenko PMK, Agus Sartono, Deputi Bidang Koordinasi Kebudayaan Kemenko PMK, Nyoman Shuida, serta para Rektor PT.

Muhadjir menjelaskan, GNRM bertujuan membentuk karakter bangsa yang berintegritas, beretos kerja keras, dan bergotong royong. Fakta membuktikan perubahan besar dalam perjalanan sejarah bangsa tidak terlepas dari peran para pemuda terutama mahasiswa.

KKN, kata Muhadjir , merupakan salah satu kegiatan PT yang telah bersinergi dengan Kemenko PMK. Selama 4 tahun, ada 55 PT yang telah bermitra dengan Kemenko PMK dalam menyukseskan GNRM. PT menjadi garda terdepan dalam implementasi GNRM yang mendorong perubahan pola pikir, sikap, dan perilaku yang berorientasi pada kemajuan di tengah masyarakat.


Baca juga: 16 Kepala Daerah Raih Anugerah Kihajar Kemendikbud


Dia menekankan, melalui GNRM, Indonesia diharapkan dapat menjadi bangsa besar dan mampu berkompetisi dengan bangsa-bangsa lain di dunia. Dalam konteks ini, mahasiswa di PT merupakan ujung tombak implementasi GNRM yang berperan sebagai agen perubahan (agent of change).

Berdasarkan laporan, secara akumulatif dari 2016 hingga 2019, terdapat lebih dari 42.000 mahasiswa aktif mengikuti kegiatan KKN RM. Mahasiswa tinggal di lokasi KKN RM selama 42 hari. Mereka menyatu dengan masyarakat, belajar memahami kehidupan masyarakat dan bersama-sama melaksanakan berbagai program KKN RM.

Melalui program ini tidak saja masyarakat mendapatkan manfaat, mahasiswa juga mendapatkan bekal pengetahuan tentang persoalan nyata yang dihadapi masyarakat. Setidaknya melalui program ini mahasiswa menjadi bagian dari masyarakat yang telah melaksanakan revolusi mental.

"Saya berharap semua PT terutama yang telah beberapa kali menjadi pelaksana KKN RM dapat semakin baik dalam hal program maupun secara administrasi. Jangkauannya pun tentu saja harus lebih banyak dan luas. Hal ini sejalan dengan harapan Presiden Joko Widodo bahwa kebijakan pemerintah tidak hanya sekedar sent tetapi juga delivered. Program tidak hanya dilakukan untuk masyarakat tetapi justru harus diterima dan dirasakan oleh masyarakat," tandas Muhadjir.

Sebelumnya, Menko PMK juga berkesempatan memberikan penghargaan kepada PT yang sukses dalam pelaksanaan KKN RM. Untuk kategori Program Terbaik diraih Universitas Diponegoro, kategori Tata Kelola Administrasi terbaik diraih UIN Sultan Maulana Hasanuddin, kategori Publikasi Terbaik diraih IAIN Tulungagung, dan kategori PT Terfavorit diraih Universitas Borneo Tarakan. (OL-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More