Kamis 14 November 2019, 18:02 WIB

Perwira TNI AL Dituntut Mampu Menganalisis Pelbagai Ancaman

Golda Eksa | Politik dan Hukum
Perwira TNI AL Dituntut Mampu Menganalisis Pelbagai Ancaman

Antara
KSAL Laksamana TNI Siwi Sukma Adji (kanan) bersama Komandan Korps Marinir TNI AL Mayjen TNI (Mar) Bambang Suswantono (kiri)

 

PERWIRA TNI AL dituntut memiliki keseimbangan antara talenta strategi maupun naluri tempur yang dibangun secara bersamaan dalam bingkai profesionalisme. Sebagai prajurit jalasena, perwira TNI AL pun dituntut tetap berada di garis depan pertahanan negara.

Demikian amanat Kepala Staf TNI AL Laksamana Siwi Sukma Adji yang dibacakan oleh Wakil KSAL Laksamana Muda Mintoro Yulianto saat memimpin upacara penutupan Pendidikan Reguler Sekolah Staf dan Komando TNI AL (Seskoal) Angkatan ke-57 TA 2019, di Auditorium Jos Sudarso Seskoal, Jakarta, Kamis (14/11).

Seskoal sebagai lembaga pendidikan tertinggi matra laut, terang dia, merupakan lembaga yang mendidik dan membekali para perwira menengah terpilih. Sekolah tersebut juga menjadi sarana bangsa untuk berinvestasi bagi masa depan pertahanan dan kedaulatan NKRI, serta pembangunan nasional.

"Perlu diingat, seorang pemimpin militer yang hebat bukanlah yang selalu memenangkan peperangan demi peperangan. Namun, ia akan lebih hebat bila dapat mewujudkan tujuannya tanpa harus memulai peperangan yang meminta korban," kata Siwi.

Ia meyakini seluruh siswa yang menjalani pendidikan selama 10 bulan di Seskoal pasti terbiasa menganalisis perkembangan lingkungan strategis secara detail menggunakan persepektif akademis.

Berbekal kemampuan itu, sambung dia, ke depannya para siswa tersebut akan mampu memandang pelbagai bentuk peperangan modern yang saat ini semakin dinamis dengan cara berpikir komprehensif.

"Kepekaan kalian dalam menganalisa akan menentukan tindakan dan keputusan pimpinan dalam menghadapi segala ancaman, hambatan, tantangan, dan gangguan yang begitu cepat berubah, tidak menentu, kompleks, dan membingungkan."

Selama menjalani pendidikan pun, imbuh dia, seluruh perwira siswa telah saling mengenal secara pribadi maupun karena tugas yang diberikan. Momentum itu diharapkan dapat memperkokoh kerja sama di kedinasan nantinya.

Pendidikan Reguler Sekolah Staf dan Komando TNI AL (Seskoal) Angkatan ke-57 TA 2019, diikuti 150 perwira menengah pilihan dari seluruh Indonesia dan negara sahabat. Rinciannya, 138 perwira TNI AL, 2 perwira menengah masing-masing dari TNI AD dan TNI AU, serta 8 perwira menengah dari perwakilan negara sahabat, yaitu Singapura, Jepang, India, Republik Korea, Malaysia, Pakistan, Australia, dan Thailand.

Para perwira alumni Dikreg Seskoal Angkatan ke-57 TA 2019 diharapkan memiliki tingkat kemampuan profesi yang tinggi, antisipatif, adaptif, kreatif, inovatif, dan proaktif dalam mengatasi pelbagai persoalan, serta dapat mengambil keputusan secara cermat, cepat, dan tepat dalam situasi kritis namun tetap bertumpu pada pertimbangan efektivitas dan efisiensi. (OL-8)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More