Kamis 14 November 2019, 16:50 WIB

Pemprov Kalteng Terima Penghargaan Kepatuhan PNBP Minerba

Surya Sriyanti | Nusantara
Pemprov Kalteng Terima Penghargaan Kepatuhan PNBP Minerba

Antara
Salah satu lokasi pertamangan di Kalteng

 

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) meraih juara II Nasional, terkait Kepatuhan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) mineral dan batubara daerah pengelolaan dana bagi hasil.

Kepala Dinas ESDM Provinsi Kalteng, Ermal Subhan mengatakan, penghargaan ini hasil dari PNBP ke negara dengan total Rp2 triliun lebih pada 2018.

"Semuanya itu hasil kerjasama seluruh komponen atas perintah Gubernur Sugianto Sabran dalam mengarahkan pengawasan ketat terhadap sistem kewajiban sektor pertambangan." Ujarnya.

Dan ini buah dari kerjasama semua pihak dan upaya Pemprov dalam melakukan pengawasan dan kontrol terhadap sektor pertambangan selama ini.

"Gubernur Sugianto Sabran juga terus memantau kondisi pertambangan untuk berupaya penyelamatan sumber daya alam sektor pertambangan," tuturnya.

Dan sejak tahun 2016 lalu royalty dan kewajiban terus meningkat sampai saat ini (2019). Kami pun terus memantau dan awasi di lapangan serta sistem onlinenya.

Diungkapkan dia, penghargaan ini untuk  pertama kali bagi Provinsi Kalteng terkait kepatuhan PNBP yang dinilai pada tahun 2018 lalu. Sementara untuk tahun 2019 sampai bulan ini sudah mencapai Rp1,7 triliun dari hasil royalty. Sedangkan tahun 2017 royalty mencapai Rp1,7 triliun, dan untuk tahun 2016 hanya mencapai Rp900 lebih, dan tahun 2015 paling rendah yakni Rp 531 miliar.

Ini pertamakali diterima oleh Pemprov Kalteng. Dimana  pengawasan  di fokuskan baik di lapangan dan sistem online memang ketat, untuk penyelamatan SDA pertambangan hingga dapat meningkatkan PAD untuk negara serta Provinsi Kalteng, kabupaten/kota. (OL-11)

 

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More