Kamis 14 November 2019, 16:40 WIB

Ical Inginkan Musyawarah Mufakat

Putra Ananda | Politik dan Hukum
Ical Inginkan Musyawarah Mufakat

ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto (kedua kanan) berjabat tangan dengan Ketua Dewan Pembina Aburizal Bakrie (kedua kiri)

 

MANTAN Ketua Umum Partai Golkar yang saat ini menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina DPP Golkar Aburizal Bakrie berharap pemilihan Ketua Umum Golkar dalam Musyawarah Nasional (Munas) dapat berlangsung secara demokratis dengan mengedepankan musyawarah mufakat.

"Jadi kalau calonnya ada beberapa, saya tuh pengennya musyawarah untuk mufakat, kan kalau bermusyawarah baik. Tenaga bisa disimpan untuk berkompetisi dengan pihak lain. Paling baik musyawarah mufakat," kata pria yang biasa disapa Ical di Hotel Ritz Carlton Jakarta, Kamis (14/11).

Ical melanjutkan musyawarah mufakat dilakukan dengan cara berunding mencari jalan tengah terbaik. Dengan begitu, Golkar akan lebih matang menentukan arah perjalanan partai berlambang pohon beringin tersebut ke depan.

"Musyawarah mufakat itu berunding dan kemudian bersama-sama menentukan arah perjalanan Golkar ke depan," ungkapnya.

Baca juga: Golkar Kedepankan Musyawarah Mufakat

Ical melanjutkan terkait teknis pelaksanaan musyawarah mufakat bisa dipimpin oleh Ketua Munas. Setiap nama calon-calon yang muncul diharapkan mampu duduk bersama menyusun satu organiasi Golkar yang terbaik.

"Yang menang harus merangkul yang lain. Karena itu akan jadi kekuatan Partai Golkar. Targetnya 2024 Golkar harus menang dan harus bisa mencalonkan presiden atau wakil presiden dari kader Golkar," pungkasnya.(OL-5)

Baca Juga

MI/SUSANTO

KPK Serahkan Aset Rampasan Rp56,5 miliar ke KASN, Kejagung, BIG

👤Dhika Kusuma Winata 🕔Selasa 24 November 2020, 16:00 WIB
Adet rampasan terbesar yang diserahkan berasal dari perkara korupsi eks Bupati Bangkalan Fuad...
ANTARA

Permohonan Uji Materi UU Ciptaker Minus Kerugian Konstitusional

👤Sri Utami 🕔Selasa 24 November 2020, 15:35 WIB
Pemohon lebih banyak menyampaikan dampak kerugian bersifat ekonomis ketimbang kerugian konstitusional....
MI/Susanto

Masyarakat Diminta tak Pakai Lagi Kata Cebong, Kampret, Kadrun

👤Thomas Harming Suwarta 🕔Selasa 24 November 2020, 15:22 WIB
Ketiga kata tersebut, kata Hendri, membuat masyarakat terus merawat kebencian terutama karena perbedaan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya