Kamis 14 November 2019, 14:49 WIB

Presiden Ingatkan Jangan Ada Lagi Ego Sektoral

Nur Aivanni | Politik dan Hukum
Presiden Ingatkan Jangan Ada Lagi Ego Sektoral

ANTARA/Puspa Perwitasari
Presiden Joko Widodo (kanan) menyerahkan DIPA 2020 kepada Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (kiri) di Istana Negara, Jakarta, Kamis (14/11).

 

PRESIDEN Joko Widodo mengingatkan bahwa jangan sampai ada ego sektoral dalam membangun Indonesia lima tahun ke depan. Pasalnya, menurut dia, yang dibutuhkan adalah kerja tim, bukan individu.

Hal itu disampaikannya dalam acara penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Buku Daftar Alokasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa Tahun 2020

"Ini adalah kerja besar. Ini kerja tim, bukan individu. Ini kerja tim besar negara. Dalam rangka membawa kita pada sebuah tujuan nasional, agenda-agenda besar negara ini, jangan sampai ada lagi ego sektoral, ego institusi, ego daerah, ndak, ini adalah kerja tim sehingga hasilnya akan kelihatan," tuturnya di Istana Negara, Jakarta, Kamis (14/11).

Jokowi mencontohkan seperti pembangunan infrastruktur yang dilakukan pada lima tahun sebelumnya yang terlihat hasilnya, seperti pembangunan jalan tol dan bandara.

"Ini menjadi fondasi kuat bagi kita untuk bersaing, berkompetisi dengan negara-negara lain," ucap Jokowi.

Maka itu, tegas Jokowi, penting untuk melakukan kerja tim baik oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.

"Saya berikan contoh, kita mau selesaikan Mandalika dan Labuan Bajo. Menteri PUPR kerjakan jalannya. Runway-nya diperpanjang oleh Kemenhub. Pemdanya konsentrasi di pembebasan lahan. Semuanya menuju ke satu titik sehingga semua pekerjaan betul-betul rampung," tuturnya.

Urusan produk wisata, lanjut Presiden, diserahkan kepada Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dan dinas daerah.

"Kerja bersama, tak bisa jalan sendiri. Inilah yang saya sampaikan kerja tim di situ. Ini akan kita selesaikan sehingga betul-betul infrastruktur ada manfaatnya bagi pertumbuhan ekonomi, bagi kesejahteraan rakyat," tandasnya. (Nur/OL-09)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More