Kamis 14 November 2019, 14:14 WIB

Pajak Bea Balik Nama Kendaraan di Sulsel Turun 2,5%

Lina Herlina | Nusantara
Pajak Bea Balik Nama Kendaraan di Sulsel Turun 2,5%

Antara
Perbedaan pajak antara Jakarta dan Sulsel diyakini bisa menggairahkan usaha otomotif di Sulsel,

 

PEMERINTAH Provinsi DKI Jakarta resmi menaikkan Pajak Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) dari 10 persen menjadi 12,5 persen.Di Sulawesi Selatan (Sulsel), Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Sulsel justru menurunkan pajak BBNKB dari 12,5 persen menjadi 10 persen.

Peraturan Daerah (Perda) Pemprov DKI Nomor 6 Tahun 2019 mengenai Perubahan Atas Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 2010 Tentang BBNKB mengatur tentang kenaikan BBNKB sebanyak 2,5 persen. Perda ini mulai berlaku 30 hari sejak tanggal diundangkan, yang berarti mulai diterapkan pada 11 Desember 2019. Dengan kenaikan pajak BBNKB, harga kendaraan baru di Jakarta bersaing dengan harga kendaraan di Sulsel, bahkan harga kendaraan baru di Jakarta  bisa lebih mahal karena adanya selisih pajak sebesar 2,5 persen.

Kepala Bidang Pendapatan Asli Daerah (PAD) Bapenda Sulsel Darmayani Mansyur mengatakan, kenaikan pajak BBNKB Jakarta sangat positif bagi masyarakat Sulsel karena harga kendaraan baru di Jakarta bersaing dengan harga kendaraan baru di Sulsel.

Momen ini adalah peluang bagi Sulsel untuk meningkatkan PAD Sulsel dari setor pajak BBNKB. Selama ini masyarakat cenderung membeli kendaraan baru di Jakarta karena pajaknya sama dengan pajak di Sulsel.

Saat ini pajak BBNKB terdapat perbedaan sebesar 2,5 persen. Turunnya BBNKB Sulsel diatur pada Perda nomor 8 tahun 2017 yang merupakan hasil revisi Perda nomor 10 tahun 2010 tentang pajak daerah dan retribusi daerah. Dalam perda diatur bawa BBNKB Sulsel turun dari 12,5 persen menjadi 10 persen.

"Ini peluang bagi kita untuk merebut kembali potensi pembelian kendaraan baru masyarakat Sulsel yang selama ini banyak lari ke Jawa. Dampaknya sangat signifikan untuk pertumbuhan ekonomi Sulsel dan sekitarnya," ujar Yani.

Selain meningkatkan PAD Sulsel, perbedaan pajak ini diyakini akan menggairahkan kembali usaha otomotif di Sulsel, baik penjualan kendaraan baru maupun kendaraan bekas.

baca juga: Ulama Kondang Palembang Ustadz Taufik Hasnuri Wafat

"Dan yang paling penting, kenaikan BBNKB ini akan mencegah orang melakukan kecurangan. Misalnya dengan memalsukan KTP agar dapat membeli kendaraan di Jakarta karena harganya lebih murah dibanding di Sulsel," tambah Yani.

Ia menambahkan, perbedaan harga kendaraan baru di Sulsel dan Jakarta bukan hanya diakibatkan oleh kenaikan pajak BBNKB tersebut. Namun juga karena adanya perbedaan tarif pajak kendaraan bermotor. (OL-3)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More