Kamis 14 November 2019, 14:12 WIB

Soal Ahok Jadi Bos BUMN, Demokrat Singgung Status Eks Napi

Arga Sumantri | Ekonomi
Soal Ahok Jadi Bos BUMN, Demokrat Singgung Status Eks Napi

Dok Metro TV
Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)

 

PARTAI Demokrat buka suara soal kabar Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok memimpin salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syariefuddin Hasan malah menyinggung aturan soal status eks narapidana menduduki jabatan publik.

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syariefuddin Hasan. (Antara)

Syarief menganalogikan semangat membatasi gerak eks narapidana dalam pemilihan kepala daerah (pilkada). Sehingga, menurut dia, penunjukan pejabat publik juga harus selektif.

"Kalau saja pilkada diberlakukan demikian, itu menjadi contoh bahwa Komisi Pemilihan Umum (KPU) sangat memerhatikan faktor-faktor yang mendapatkan perhatian dari masyarakat," kata Syarief di Jakarta, Kamis (14/11).

Baca juga: Ahok Dapat Kursi BUMN, Gerindra Minta Erick Thohir Koordinasi KPK

Menurut dia, banyak kriteria yang harus dipertimbangkan dalam mengangkat pejabat pemerintah. Misalnya, soal integritas dan behaviour atau menyangkut perilaku seseorang.

"Sekalipun ini wewenang eksekutif, tentunya banyak hal yang harus dipertimbangkan," ujarnya.

Syarief tak menjawab lugas Demokrat setuju atau tidak soal rencana penunjukan Ahok sebagai bos BUMN. Ia mengatakan semua keputusan terserah eksekutif. Ia hanya menjelaskan kalau proses penunjukkan pejabat publik tak boleh semata faktor kedekatan.

"Lagi-lagi kita terikat kepada apa yang dikatakan integritas dan behaviour, integritas di dalam memimpin bangsa ini," ujarnya. (Medcom.id/X-15)
 

Baca Juga

Ilustrasi

Digitalisasi Ekonomi dan Keuangan Syariah Miliki Potensi Besar

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 15:42 WIB
Menurut Deputi Gubernur Bank Indoensia (BI) Sugeng, melalui digitalisasi pula definisi sempit dari ekonomi dan keuangan syariah menjadi...
ANTARA/Asep Fathulrahman

Laba Bersih Wika Kuartal III 2020 Amblas 79% dari Tahun Lalu

👤 Fetry Wuryasti 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 15:28 WIB
Jatuhnya laba Wika karena beban pendapatan kuartal III 2020 naik menjadi Rp9,49 triliun (+46,9%) dari kuartal II 2020 sekitar Rp6,42...
Antara

Tingkatkan Mutu Pelayanan, Pegadaian Lakukan Standardisasi Outlet

👤Despian Nurhidayat 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 14:22 WIB
PT Pegadaian Persero melakukan standardisasi terhadap 220 outlet Pegadaian di seluruh Indonesia pada tahun...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya