Kamis 14 November 2019, 14:08 WIB

692 Mahasiswa Surakarta Disiapkan Jadi Ahli Muda K3 Konstruksi

Ferdinand | Nusantara
692 Mahasiswa Surakarta Disiapkan Jadi Ahli Muda K3 Konstruksi

Antara
Ilustrasi

 

SEBANYAK 692 mahasiswa dari lima perguruan tinggi di eks Karisidenan Surakarta menjalani Bimbingan Teknik Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) Konstruksi di Universitas Sebelas Maret (UNS), Kota Surakarta, Jawa Tengah, Kamis (14/11/2019).

Kegiatan yang difasilitasi PT Brantas Abipraya (Persero), Direktorat Jenderal Bina Konstruksi Kementerian PUPR, Balai Jasa Konstruksi Wilayah IV Surabaya, dan Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Jawa Tengah ini dalam rangka menyiapkan ahli-ahli muda K3 konsruksi.

Adapun peserta kegiatan berasal dari UNS, Universitas Muhammadiyah Surakarta, Universitas Tunas Pembangunan, Universitas Veteran, dan Universitas Surakarta. Selama dua hari para mahasiswa itu akan menerima materi secara tatap muka. Kemudian dilanjutkan distance learning selama 50 jam melalui program SIBIMA.

"Ini merupakan implementasi Undang-Undang nomor 2/2017 tentang Jasa Konstruksi. Setiap tenaga kerja konstruksi di bidang jasa konstruksi wajib memiliki sertifikat kompetensi kerja," kata Direktur Keuangan dan Sumber Daya Manusia PT Brantas Abipraya.

Suradi menjelaskan, 50 jam distance learning setara dengan satu tahun pengalaman kerja. Oleh karena itu mahasiswa yang sudah dinyatakan lulus dapat mengikuti program sertifikasi K3 ahli muda.

"Sertifikat itu akan menjadi nilai tambah bagi mereka saat memasuki dunia kerja. Apalagi di masa mendatang sertifikat K3 menjadi sebuah keharusan," imbuhnya.

Suradi menambahkan, ini merupakan Bimtek K3 Konstruksi dan Distance Learning kedua untuk mahasiswa. Kegiatan pertama digelar di Politeknik Negeri Malang dengan peserta 1.000 orang.

baca juga: Plt Kadisdikbud Cianjur Ngaku Dilamar Gerindra Untuk Pilkada 2020

Direktur Kerja Sama dan Pemberdayaan Kementerian PUPR, Kimron Manik menambahkan, dengan pekerja yang kompeten maka kualitas dan kuantitas jasa konstruksi nasional akan meningkat.

"Ke depan sertifikat yang dikeluarkan tidak lagi berupa kertas, tetapi digital. Hanya yang kompeten saja yang bisa bekerja di konstruksi kita," tegasnya. (OL-3)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More