Kamis 14 November 2019, 13:08 WIB

Sengketa 3 Tahun, Eksekusi Lahan PT KAI Berjalan Lancar

Akhmad Safuan | Nusantara
Sengketa 3 Tahun, Eksekusi Lahan PT KAI Berjalan Lancar

MI/Akhmad Safuan
Proses eksekusi sejumlah lahan milik PT Kereta Api Indonesia (Persero) di Jalan Tawangsari, Kelurahan Tanjung Emas, Kecamatan Semarang Utara

 

EKSEKUSI terhadap sejumlah lahan milik PT Kereta Api Indonesia (Persero) di Jalan Tawangsari, Kelurahan Tanjung Emas, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang, Jawa Tengah berjalan damai dan lancar, meskipun sempat tiga tahun bersengketa dengan lain.

Ratusan petugas dari kepolisian, Pengadilan Negeri (PN) Semarang dan kuasa hukum PT Kereta Api Indonesia (Persero) serta salah satu ormas sudah memenuhi Jalan Tawangsari, Kelurahan Tanjung Emas, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang telah berjaga sejak pagi, untuk melaksanakan eksekusi.

Proses sengketa terhadap sejumlah lahan di sepanjang jalan itu dipimpin Juru Sita PN Semarang Ririn Dian Pitaloka berjalan damai dan lancar. Tidak terlihat adanya perlawanan seperti diperkirakan. Hanya kuasa hukum dari pihak yang menguasai lahan minta agar dilakukan penundaan. Namun hal itu ditolak kera karena sudah mempunyai kekuatan hukum.

Setelah membacakan amar keputusan pengadilan dan permohonan eksekusi oleh juru sita PN Semarang, petugas langsung bergerak di empat rumah yang menjadi objek eksekusi dengan mengeluarkan barang-barang yang masih tersisa dengan menggunakan dua truk yang sudah disiapkan.

"Kita di sini menjalankan perintah pengadilan untuk memenuhi permohonan eksekusi, setelah perkara sengketa diputuskan dalam Peninjauan Kembali di Mahkamah Agung R.I. yang terdaftar dengan register perkara No : 753 PK/PDT/2018 Jo. No : 1626 K/PDT/2017 Jo. No : 450/Pdt/2016/PT.SMG Jo. No : 160/Pdt.G/2016/PN.Smg," kata Riris Dian Pitaloka.

Kuasa Hukum PT KAI Daop IV Semarang Jesse Heber Ambuwaru mengatakan proses sengketa lima lahan ini berjalan cukup lama dan telah bergulir srjak tahun 2016 dari mulai tingkat PN, Pengadilan Tinggi hingga Mahkamah Agung dan terakhir PK. Setelah mempunyai kekuatan hukum tetap maka baru dilakukan eksekusi.

"Pihak yang menempati lahan tersebut mengaku telah membayar sewa kepada PT KAI. Namun faktanya sejak 2009 para pihak tersebut tidak pernah lagi membayar sewa," imbuhnya saat ditemui dalam proses eksekusi tersebut.

Eksekusi pengosongan secara paksa yang dilakukan oleh Pengadilan Negeri Semarang, lanjut Jesse Heber Ambuwaru, dibantu Polrestabes Semarang terhadap lahan milik PT. KAI tersebut adalah sebagai bentuk pelaksanaan atas putusan Mahkamah Agung R.I. No : 753 PK/PDT/2018 Jo. No : 1626 K/PDT/2017 Jo. No : 450/Pdt/2016/PT.SMG Jo. No :
160/Pdt.G/2016/PN.Smg. yang telah berkekuatan hukum tetap.

Sedangkan para tereksekusi, ujar Jesse Heber Ambuwaru, adalah pihak yang tidak berhak dan secara melawan hukum tetap menguasai lahan milik PT KAI tersebut. Apalagi telah ada putusan Mahkamah Agung RI yang memerintahkan para tereksekusi untuk mengosongkan lahan dimaksud secara sukarela.

"Terlebih lagi Ketua Pengadilan Negeri Semarang telah menegur para tereksekusi untuk melaksanakan putusan dimaksud secara sukarela," tambah Jesse Heber Ambuwaru.

baca juga: NasDem Bangka Barat Serahkan 7 Calon Kepala Daerah ke DPP

Eksekusi yang berlangsung hari ini, Kamis (14/11/2019) adalah sebagai bentuk upaya penyelamatan aset-aset milik negara yang dikuasai oleh pihak yang tidak berhak guna meminimalisir potensi kerugian negara. (OL-3)

 

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More