Kamis 14 November 2019, 12:33 WIB

Petani Priangan Timur Mulai Tanam Padi

Kristiadi | Nusantara
Petani Priangan Timur Mulai Tanam Padi

Antara
Memasuki musim hujan, para petani di wilayah Priangan Timur sudah memulai musim tanam.

 

PETANI di Priangan Timur mulai menanam padi karena sudah memasuki musim hujan.

"Alhamdulilah, sekarang ini petani berada di Kabupaten Tasikmalaya telah melakukan tanam padi. Dan banyak juga pemilik lahan berupaya mengolah tanah setelah mengalami kekeringan di musim kemarau. Sementara, bibit padi yang mereka tanam berbagai jenis mulai IR 64, Sadane dan Ciherang dan lainnya," kata Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tasikmalaya, Heri Sogiri, Kamis (14/11/2019).

Heri mengatakan, musim hujan yang terjadi sekarang ini membuat petani berupaya melakukan pengolahan lahan dan tanam padi guna meningkatkan swasembada pangan. Serta menggenjot perekonomian supaya lahan yang ditanami bisa kembali di panen di bulan Februari dan Maret 2020 mendatang.
 
"Untuk kebutuhan bibit dan pupuk selama ini sudah tersedia bagi petani supaya padi yang ditanam bisa memperoleh hasil memuaskan. Kebutuhan pangan sekarang ini masih terpenuhi dengan jumlah 700 ribu ton tersebar di 351 desa, tetapi program pencetakan lahan baru akan terus dilakukan di beberapa wilayah untuk mengganti lahan yang hilang setelah banyak pembangunan kantor," ujarnya.

baca juga: Istri Pelaku Bom Medan Rencanakan Aksi Teror di Bali

Luas lahan persawahan di Kabupaten Tasikmalaya sekarang ini mencapai 51.000 hektare dan sangat berpengaruh saat terjadi musim kemarau.

"Hujan yang terjadi sekarang ini mendapatkan berkah bagi petani, meski masih banyak lahan yang belum terairi karena saluran irigasi belum semuanya mendapat pasokan air. Namun jika lahan sudah ditanam bisanya menghasilkan produksi lebih bagus. Karena, rata-rata petani mendapat 7 ton per hektare," pungkasnya. (OL-3)

 

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More