Kamis 14 November 2019, 13:00 WIB

Era Hoeness di Bayern akan Berakhir

Basuki Eka Purnama | Sepak Bola
Era Hoeness di Bayern akan Berakhir

AFP/Christof STACHE
Presiden Bayern Muenchen Uli Hoeness

 

SETELAH mentransformasi Bayern Muenchen menjadi salah satu klub terkuat di Eropa, Uli Hoeness akan mengakhiri karier 40 tahun di klub Bundesliga saat dia mundur dari jabatan presiden, Jumat (15/11).

Hoeness akan mundur secara resmi dalam pertemuan tahunan Bayern, Jumat (15/11), setelah secara resmi menominasikan mantan CEO Adidas Herbert Hainer sebagai penggantinya,

Meski begitu, Hoeness akan bertahan sebagai anggota dewan pengawas Bayern selama empat tahun ke depan.

Sejak pria berusia 67 tahun itu bergabung dalam manajemen klub setelah pensiun, empat dekade lalu, Bayern sukses menjadi kekuatan dominan di Bundesliga dan meraih gelar Liga Champions dua kali.

"Saya rasa, orang seperti Uli Hoeness tidak akan pernah berhenti. Bayern ada di hatinya. Jadi, dia akan selalu terkait dengan klub ini," ujar kapten Bayern Manuel Neuer, Rabu (13/11).

Baca juga: Dua Gol Herrmann Pastikan Gladbach Kokoh di Puncak Klasemen

Hoeness menyerahkan kendali Bayern kepada Hainer dengan klub itu dalam kondisi sehat dengan pemasukan sebesar 750 juta euro dan keuntungan sebesar 52 juta euro.

Bayern memiliki 300 ribu pendukung terdaftar dan 1.000 pegawai sementara Stadion Allianz Arena telah lunas pembayarannya.

Hal itu sangat jauh dari kondisi klub saat Hoeness mejadi manajer pada 1 Mei 1979 setelah karier bermainnya berakhir karena cedera lutut. Kala itu, Bayern berhutang sebear 7 juta DM atau sekitar 3,5 juta euro pada saat ini.

Namun, berkat kerja kerasnya dan kebijakannya mendatangkan pemain papan atas Eropa membuat Bayern sukses memenangkan 24 gelar Bundesliga dan 14 DFB Pokal di bawah kendalinya.

"Saya tidak bisa melihat Bayern tanpa dirimu," ungkap legenda Jerman Franz Beckenbauer yang digantikan Hoeness sebagai presiden klub pada 2009. "Bayern tidak akan berada di sini tanpamu." (AFP/OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More