Kamis 14 November 2019, 07:41 WIB

Kelangkaan Solar di Madura Teratasi

Mohammad Ghazi | Nusantara
Kelangkaan Solar di Madura Teratasi

MI/Mohammad Ghazi
Antrian panjang kendaraan untuk mendapatkan solar di sebuah SPBU di Pamekasan beberapa hari ini. Pertamina sudah menjamin pasokan solar.

 

PT Pertamina menyatakan telah mengembalikan pola distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar di Madura, Jawa Timur, untuk mengatasi kelangkaan dan antrian panjang kendaraan di SPBU.

Manager Communication Relation dan CSR Maketing Operation Region (MOR) V Pertamina Surabaya, Rustam Aji, kepada wartawan di Pamekasan, Rabu (13/11/2019) mengatakan Pertamina tetap berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Dan kondisi stok solar yang ada di Terminal BBM Pertamina Camplong di Madura saat ini dalam jumlah aman. Selanjutnya secara kontinyu akan terus disuplai melalui kapal.

"Kami pertimbangkan akan mengembalikan kembali pola distribusi tersebut yaitu 350 kiloliter per hari, sehingga masyarakat tidak perlu panik, dan membeli BBM sesuai kebutuhan saja. Semoga proses recovery bisa berjalan lancar," kata Rustam Aji.

Ia menambahkan kuota bahan bakar jenis solar di Madura pada 2019 sebesar 98.600 kiloliter (KL). Hingga awal November penyaluran bahan bakar tersebut untuk empat kabupaten di Madura, yakni Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan Sumenep sudah melebihi kuota.

"Realisasi hingga awal November ini sudah melebihi sekitar 10% di atas kuota tersebut," jelasnya.

baca juga: Pilgub Kalsel Kurang Dinamis

Agar kelebihan kuota tidak semakin membesar, jelasnya, Pertamina melakukan pengendalian distribusi Solar di Madura dengan memperhitungkan juga total kuota di Jawa Timur, dan wilayah MOR V lainnya. Sebelumnya, terjadi kelangkaan BBM solar di seluruh SPBU di Madura. Kelangkaan dipicu pengurangan jatah diatribusi untuk masing-masing SPBU
dari distribusi harian menjadi tiga hari sekali dengan jatah antara 8 ribu hingga 16 ribu liter setiap SPBU dalam satu kali pengiriman. (OL-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More